Home Headline Rampung Pasang 10ribu CCTV, Pemkot Semarang Berencana Tambah Satu Monitor Per RT

Rampung Pasang 10ribu CCTV, Pemkot Semarang Berencana Tambah Satu Monitor Per RT

Semarang, 26/3 (BeritaJateng.net) – Setelah sukses dengan program smartcity memasang 10ribu CCTV di setiap RT di Kota Semarang. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang berencana menambah satu monitor per RT untuk memantau CCTV yang telah terpasang.

Saat ini total CCTV di Kota Semarang sejumlah 10.693 buah. Sebanyak 10.293 merupakan CCTV RT dan sisanya merupakan ATCS dan milik korporasi yang diintegrasikan ke Pemerintah Kota Semarang.

Kepala Diskominfo Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, ke depan Pemerintah Kota Semarang akan melakukan penambahan CCTV. Namun, masih menunggu kebijakan dari kepala daerah. Pada 2021, pihaknya baru akan menambah monitor di masing-masing RT untuk memonitor CCTV yang telah terpasang. Anggaran pengadaan monitor sekitar Rp 15 miliar. Saat ini, pengadaan monitor masih dalam proses lelang.

“Kami masih menunggu kebijakan Pak Wali mengenai penambahan unit CCTV. 2021 ini, agenda kami baru akan menambah monitor. Saya buat spec yang Rp 1,3 juta per monitor dengan ukuran 20 inci,” jelas Bambang, Jumat (26/3/2021).

Bambang melanjutkan, paket CCRV yang sudah dipasang Pemerintah Kota Semarang pada 2019 sudah terdiri dari satu unit CCTV, jaringan, dan Network Video Recorder (NVR). NVR itu terdiri dari empat slot. Sedangkan, Pemerintah Kota Semarang baru mengisi satu slot. Dia berharap masyarakar bisa berswadaya untuk menambah slot CCTV untuk lingkungan masing-masing.

“Kami berharap tidak hanya menggantungkan dari pemerintah. Dari tiga slot yang masih kosong bisa diisi oleh masyarakat setidaknya satu slot,” tambahnya.

Apalagi, Pemerintah Kota Semarang telah memiliki Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2019. Dalam perwal tersebut, Pemkot mengajak dan mewajibkan pengelola bangunan dan menara telekomunikasi untuk pasang CCTV diarahkan ke area publik teritama area yang berpotensi kerawanan. Semisal, rawan kamtibmas, parkir liar, atau genangan air.

“Dengan itu, kami bisa mantau. Masyarakat juga bisa lihat. Kalau ditambahi software analitik akan muncul data yang bisa digunakan untuk mengambil kebijakan,” imbuh Bambang. (Ak/El)

Semarang, 26/3 (BeritaJateng.net) – Pemerintah kota (Pemkot) Semarang berencana menambah satu monitor per RT untuk memantau CCTV yang telah terpasang. Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang telah memasang CCTV di setiap RT.

Saat ini total CCTV di Kota Semarang sejumlah 10.693 buah. Sebanyak 10.293 merupakan CCTV RT dan sisanya merupakan ATCS dan milik korporasi yang diintegrasikan ke Pemerintah Kota Semarang.

Kepala Diskominfo Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, ke depan Pemerintah Kota Semarang akan melakukan penambahan CCTV. Namun, masih menunggu kebijakan dari kepala daerah. Pada 2021, pihaknya melalui masing-masing kecamatan akan menambah monitor di masing-masing RT untuk memonitor CCTV yang telah terpasang.

Rencananya proses realisasi monitor akan dilakukan melalui e-katalog di Bulan April 2021 ini. Anggaran pengadaan monitor sekitar Rp 14 miliar melalui e-katalog di kecamatan-kecamatan di Kota Semarang. Saat ini, pengadaan monitor masih dalam proses lelang.

“Kami masih menunggu kebijakan Pak Wali mengenai penambahan unit CCTV. 2021 ini, agenda kami baru akan menambah monitor. Saya buat spec yang Rp 1,3 juta per monitor dengan ukuran 20 inci,” jelas Bambang, Jumat (26/3/2021).

Bambang melanjutkan, paket CCRV yang sudah dipasang Pemerintah Kota Semarang pada 2019 sudah terdiri dari satu unit CCTV, jaringan, dan Network Video Recorder (NVR). NVR itu terdiri dari empat slot. Sedangkan, Pemerintah Kota Semarang baru mengisi satu slot. Dia berharap masyarakar bisa berswadaya untuk menambah slot CCTV untuk lingkungan masing-masing.

“Kami berharap tidak hanya menggantungkan dari pemerintah. Dari tiga slot yang masih kosong bisa diisi oleh masyarakat setidaknya satu slot,” tambahnya.

Apalagi, Pemerintah Kota Semarang telah memiliki Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2019. Dalam perwal tersebut, Pemkot mengajak dan mewajibkan pengelola bangunan dan menara telekomunikasi untuk pasang CCTV diarahkan ke area publik teritama area yang berpotensi kerawanan. Semisal, rawan kamtibmas, parkir liar, atau genangan air.

“Dengan itu, kami bisa mantau. Masyarakat juga bisa lihat. Kalai ditambahi software analitik akan muncul data yang bisa digunakan untuk mengambil kebijakan,” imbuh Bambang. (Ak/El)