Home Hukum dan Kriminal Rampas Motor Untuk Bayar Angsuran

Rampas Motor Untuk Bayar Angsuran

image

Kendal, 5/5 (Beritajateng.net)- Lima pelaku tindak kriminal atas aksinya melakukan pencurian dengan kekerasan berhasil di bekuk jajaran satreskrim Polres Kendal, Selasa (5/5) sore. Satu diantaranya merupakan pelaku utama yang membekap korban dan membawa kabur sebuah sepeda motor honda Vario.

Hal tersebut dilakukannya saat ditempat yang sepi. Hasil curian itu pun kemudian dijual kepada empat penadah yang juga tak luput atas hasil keras petugas kepolisian setempat. Rohmat (22) warga Desa Turunrejo Kecamatan Brangsong yang merupakan pelaku utama, bersama keempat penadah lainnya yang menjadi perantara maupun pembeli atas hasil penjualan kendaraan harus meringkuk di tahanan Polres Kendal.

Keempat penadah dan pembeli itu adalah Jumadi (34) warga Desa Persawahan Kecamatan Pegandon, Suwarto (54) warga Desa Ngampel Kecamatan Ngampel, Ardiansyah (23) warga Desa Pretek Kecamatan Pecalungan Batang serta Rofik Nur Amroni (22) warga Persawahan Kecamatan Pegandon Kendal.

Rohmat yang bekerja sehari-hari menjadi karyawan di salah satu toko bangunan di Brangsong dari pengakuannya menuturkan sekitar pukul 18.45 WIB korban sendirian tengah berhenti di atas jok sepeda motornya sambil bermain HP ipad. Kemudian korban ia dekati dari arah belakang, lalu dibekapnya dengan menggunakan kain slayer dan didorong hingga terjatuh dari sepeda motornya. Setelah itu, HP bersama satu unit sepeda motor milik korban, dibawanya kabur.

“Didalam jok kendaraan ada surat-surat kendaraan beserta plat nomor tapi saya buang ke Kaliwaridin Brangsong, sebab saya tidak membutuhkan surat-surat itu,” katanya.

Ia mengatakan dari hasil itu, kendaraan lalu dijual kepada Jumadi melalui Suwarto seharga Rp 1.100.000,- (satu juta seratus ribu rupiah). Selanjutnya, oleh Jumadi sepeda motor dijual kembali kepada Ardiansyah melalui perantara Rofik Nur seharga Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah).“Saya menyesal, padahal uang tersebut akan saya gunakan untuk mengangsur kendaraan sepeda motor yang saya punyai, sebab masih kredit. Sedangkan sisanya untuk biaya obat adik saya yang sedang sakit di rumah sakit,” akunya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Widi Atmoko SIK mengatakan agar tidak membeli suatu barang yang tidak jelas asal usulnya. Terlebih kendaraan itu adalah hasil tindak kejahatan, maka akan berimbas pada si pembeli yang dikategaorikan sebagai penadah.“Saya berharap agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan jual beli. Telusuri terlebih dahulu asal-usul barang yang akan dibelinya. Dan jangan mudah tergiur hanya dengan harga yang murah,” tegas Kapolres.

Imbuh Kapolres, dengan membeli barang curian tetap akan dilakukan proses hukum dan itu nantinya dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar tetap berhati-hati. Apabila menemukan sesuatu yang tidak beres, warga sekiranya dapat meminta bantuan dengan babinkamtimas maupun kepolisian setempat.

Atas kasus tersebut, petugas kepolisian Polres Kendal berhasil mengamankan satu unit kendaraan sepeda motor Vario warna abu-abu ungu tanpa plat nomor serta satu buah Hp untuk dijadikan sebagai barang bukti.Sedangkan kelima pelaku atas tindak kejahatan melakukan pencurian dengan kekerasan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan mendapat hukuman penjara paling lama sembilan tahun dan pasal 480 KUHP tentang penadah barang curian dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (BJ19)