Home Hukum dan Kriminal Raibnya Deposito Pemkot, Hendi Minta Jangan Saling Tunjuk

Raibnya Deposito Pemkot, Hendi Minta Jangan Saling Tunjuk

image

Semarang, 25/3 (BeritaJateng.net) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi terapkan asas praduga tak bersalah dalam menanggapi kasus raibnya dana pemkot sebesar Rp 22 milyar yang saat ini tengah diusut pihak kepolisian.“Ya yang pasti kita menjunjung asas praduga tak bersalah. Kita hargai kawan-kawan dengan asas tersebut, jangan saling tunjuk atau lempar praduga,” ungkap Hendrar Prihadi usai kegiatan rapat Paripurna di DPRD Kota Semarang, Rabu.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, praduga, persepsi, analisa, lebih tepatnya yang menjelaskan adalah dari pihak kepolisian. “Dari pada saya keliru ngomong, Tanya saja sama yang berwajib. Pastinya kami dari Pemkot Semarang sudah melaporkan hal tersebut,” ujarnya.

Dalam prosesnya, lanjut Hendi, uang Pemkot tidak serta merta menghilang secara tiba-tiba. Namun dengan berjalannya waktu, setelah kita kroscek ke BTPN, dana giro dan deposito ternyata tidak sesuai dengan data mereka. Nah itu yang kita laporkan.

“Pemkot lewat DPKAD sudah menyetorkan kasda ke BTPN, kemudian menerima rekening koran seperti itu, jika di bantah OJK maupun BTPN, terus selama ini pembayaran bunga dan uangnya gimana,” tutur Hendi dengan nada geram.

Ditanya mengenai sanksi yang dijatuhkan, apabila ada pegawai Pemkot yang terseret kasus tersebut, “Pasti ada ketentuan-ketentuan sanksi bagi yang terlibat,” lanjutnya.

“Dua minggu lalu, saya rasa pihak kepolisian sudah melakukan audit di lingkungan DPKAD, tapi saya belum lihat hasilnya, ya yang pasti kita junjung asas praduga tak bersalah. Kita hargai kawan-kawan semua,” katanya. (Bj05)