Home Ekbis Ragam Batu Mulia dari Puluhan Ribu hingga Jutaan

Ragam Batu Mulia dari Puluhan Ribu hingga Jutaan

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka pameran batu akik di Semarang
Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka pameran batu akik di Semarang
Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka pameran batu akik di Semarang

Semarang, 25/2 (BeritaJateng.net) – Beragam batu mulia dari berbagai daerah yang bernilai puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah dipamerkan di Kota Semarang mulai 25 Februari hingga 1 Maret 2015 mendatang.

Pameran bertajuk “Pameran dan Lomba Batu Mulia Indonesia Piala Wali Kota Semarang” yang berlangsung di Pasaraya Sriratu Pemuda Semarang itu dibuka oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu.

Sedikitnya ada 70 pengusaha batu mulia dari berbagai daerah meramaikan pameran itu, mulai dari Sidoarjo, Purbalingga, Maluku, Sumbawa, Aceh, Pulau Halmahera, hingga Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Di puluhan stan dipajang beragam batu mulia, antara lain jenis bacan khas Halmahera, Maluku Utara, seperti Bacan Doko, Bacan Palamea, dan Bacan Obi, kemudian giok, rubi, dan “blue saphire”.

Kilau batu mulia beragam warna tampak menyemarakkan pameran itu, mulai hijau, kuning, biru, merah, hingga putih, baik yang kristal atau tembus pandang, hingga batu bergambar objek tertentu.

Hendra, pemilik Aceh Green Stone’s yang mengikuti pameran itu mengatakan, ada beberapa jenis batu khas Aceh, yakni Giok Aceh yang berwarna hijau dan batu Aswad yang berwarna hitam kehijauan.

“Sekilas, batu Aswad Aceh berwarna hitam, namun jika diterawang dengan cahaya akan menyembulkan warna hijau. Biasanya, batu Aswad ini untuk pengobatan karena bisa menyedot toksin,” katanya.

Untuk memperlihatkan khasiat batu Aswad, Hendra menunjukkan sebuah wadah berisi air bening yang kemudian ditetesinya dengan cairan obat antiseptik sehingga warna air menjadi kekuningan.

Setelah itu, ia memasukan batu Aswad yang masih berbentuk balok atau istilahnya masih mentah ke dalam wadah itu dan warna air yang semula kekuningan beberapa saat berubah menjadi bening.

“Saya jual harga batu-batu ini sekitar Rp100-200 ribu/balok kecil. Masih mentah memang, belum dibentuk. Kalau dulu sebelum ada ‘booming’ batu mulia harganya lebih murah lagi,” katanya.

Sementara itu salah satu pengunjung Lemed mengatakan, dirinya sengaja datang ke pameran untuk mencari batu mulia jenis merah gondola dan ice kecubung. Alasannya akik merah gondola bisa memancarkan aura kenyamanan dan ketentraman hati. Sedangkan untuk ice kecubung bisa menarik simpati kepada pemakainya.

“Sebagai pecinta batu saya senang di Semarang digelar pameran. Apalagi peminatnya sangat tinggi sehingga perlu ada sebuah wadah,”katanya.

Selain pameran batu, pihak panitia juga menggelar lomba batu gambar panca warna pada tanggal 27 Februari 2015 mendatang. (BJ05)