Home Lintas Jateng Puskesmas di Tanah Bengkok Dipersoalkan Warga

Puskesmas di Tanah Bengkok Dipersoalkan Warga

Puskesmas Subah yang ditentang warga
Puskesmas Subah yang ditentang warga
Puskesmas Subah yang ditentang warga

Batang, 27/1 (BeritaJateng.net) – Puskesmas Subah yang berada di pinggir jalan raya pantura Batang, kini keberadaannya di pertanyakan pihak desa setempat. Pasalnya, bangunan yang berdiri sejak tahun 1970 itu menempati tanah bengkok milik Desa Subah Kecamatan Subah. Pihak desa menginginkan adanya penyelesaian atas alih fungsi.

Ketua BPD Desa Subah Tri Waluyo Jati mengatakan bahwa tanah bengkok Kepala Desa Subah yang dipergunakan untuk Puskesmas Subah seperti yang tertera dalam dokumen No. Buku C Desa 1, Persil 29 Kelas Desa S 1, dengan luas 3.335 meter persegi, hingga kini belum ada penyelesaian alih fungsi yang jelas.

“Kami memohon adanya penyelesaian penggantian atas penggunaan tanah Kas Desa tersebut. Sebab demi kepentingan dan sebagai aset milik desa,” katanya.

Tri Waluyo Jati menjelaskan, sebenarnya tanah bengkok yang dipakai untuk pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Subah merupakan aset milik desa Subah. Namun setelah dilakukan kajian hukum, hingga sekarang ini pihak desa belum menerima hasil dari kajian hukum tentang permasalahan penggunaan atas tanah bengkok itu.

Lebih lanjut, Tri Waluyo mengatakan, sesuai pembahasan yang pernah dilakukan di ruang Dahlia Pemkab Batang pada (7/11/2014) tahun lalu. Semua unsur yang ada termasuk pihak desa juga dilibatkan dalam pembahasan mengenai keberadaan bangunan Puskesmas yang berada di atas tanah bengkok milik desa.

“Namun dari hasil kajian hukum yang digelar pada saat itu, sampai sekarang kami belum pernah menerima hasil kajian dan penyelesaian atas permasalahan itu,” tandasnya.

Menurutnya, penggunaan tanah bengkok yang dijadikan sebagai bangunan milik pemerintah kabupaten seharusnya ada penyelasaian atas ganti rugi. Sedangkan pihak pemerintah Kabupaten Batang sendiri menginginkan adanya proses status tanahnya ke daerah.

“Jika memang ada proses perubahan status tanah ke daerah. Seharusnya ada kejelasan dari pihak Pemkab Batang kepada Desa. Kami sebagai warga desa tidak ingin dibodohi. Akan tetapi hak atas desa harus jelas,” tandas Tri Waluyo.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (SETDA) Kabupaten Batang Nasihin ketika dikonfirmasi mengatakan status perubahan atas penggunaan tanah bengkok yang dijadikan sebagai puskesmas sudah sangat jelas sesuai amanat pasal 76 ayat 1 Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 jo Pasal 112 Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014.

“Puskesmas yang menempati dan berdiri diatas tanah bengkok desa Subah itu, sudah menjadi milik pemerintah daerah setempat. Sebab melihat peralihan fungsi yang dimanfaatkan demi kepentingan umum masyarakat luas,” jelasnya.

Nasihin menambahkan, Puskesmas Subah yang berlokasi di tanah milik Desa Subah adalah pengecualian dari kekayaan milik desa yang dikembalikan ke desa, sehingga tanah Puskesmas Subah sebagai fasilitas umum untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat di kecamatan Subah itu sendiri. (BJ19)