Home Lintas Jateng Puskesmas di Sragen Kekurangan Tenaga Medis dan Non Medis

Puskesmas di Sragen Kekurangan Tenaga Medis dan Non Medis

image
Ilustrasi

Sragen, 30/4 (Beritajateng.net) – Tahun ini Pemkab Sragen akan perbaiki 3 sarana pelayanan kesehatan masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan.

Ketiga Puskesmas yang bangunannya akan diperbaiki yakni Puskesmas Sambungmacan I, Puskesmas Ngrampal dan Puskesmas Jenar. Masing-masing Puskesmas akan mendapat anggaran sebesar 1 milyar Rupiah. Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dr. Hargiyanto.

Menurut dr. Hargiyanto renovasi tersebut memiliki tujuan untuk mendorong memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasarana, sesuai komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen. Biaya renovasi sudah masuk di dalam pos APBD tahun 2015. Selain ke tiga puskesmas yang biaya renovasinya sudah siap, rencananya Puskesmas Miri dan Gesi juga akan menyusul direnovasi.

Sebelumnya dalam Tahun Anggaran 2014 Pemerintah Kabupaten Sragen sudah melakukan renovasi Puskesmas Kalijambe dengan anggaran Rp 1,04 M.

Menurut Hargiyanto, pembenahan sarana dan prasarana hanya salah satu faktor dalam menunjang pelayanan kesehatan, faktor lain yang tidak kalah penting adalah Sumber Daya Manusia (SDM), hal ini disebabkan banyak Puskesmas yang kekurangan tenaga baik dari medis maupun non medis.

Namun tahun ini menurut Hargiyanto Dinkes sudah mengagendakan pembenahan SDM diawali dengan menghitung kebutuhan tenaga di tiap-tiap Puskesmas, selanjutnya Dinkes akan mempersiapkan perekrutan tenaga yang dibutuhkan mulai dari dokter, perawat, staf administrasi serta sopir ambulan.

Hal tersebut mengacu pada program Puskesmas yang pada tahun ini diharapkan berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Perbaikan prasaranan dan sarana adalah suatu strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan, selain itu penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” jelas Hargiyanto. (Jatengprov.go.id)