Home Hukum dan Kriminal Puluhan Tahun Digunakan Warga, Balai RW di Semarang Diklaim Ahli Waris

Puluhan Tahun Digunakan Warga, Balai RW di Semarang Diklaim Ahli Waris

Fasilitas Umum Balai RW 03 Tanah Putih yang digunakan warga lebih dari 50 tahun, justru di klaim dan diakui milik ahli waris. Warga yang keberatan ingin segera mengadu ke dewan kota Semarang.

Semarang, 18/11 (BeritaJateng.net) – Perseteruan terjadi antara warga Tanah Putih dengan ahli waris penghibah tanah untuk fasilitas umum sosial. Balai RW 03 Tanah Putih Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang yang sudah digunakan warga setempat sejak 50 tahun lebih tiba-tiba diklaim oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris tanah tersebut pada 2015 lalu. Klaim tanah atau balai rw tersebut didasarkan pada surat pembayaran pajak di jaman belanda.

Menurut warga, balai tersebut meskipun belum bersertifikat namun sudah dianggap sebagai fasilitas umum merupakan aset pemerintah kota. Dimana di balai rw itu digunakan warga selama puluhan tahun untuk acara pertemuan warga, tujuh belasan, dan posyandu.

Lalu warga yang diwakili ketua RW dan 5 ketua rt bersama tokoh masyarakat mengajukan keberatan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, karena orang yang mengaku ahli waris tersebut hingga kini belum pernah melakukan mediasi dengan seluruh warga rw 03 sekalipun.

Atas surat tersebut, BPN Kota Semarang mengeluarkan surat nomor 3321/300.5.33.74/74/VII/2016 tertanggal 18-07-2016/yang ditujukan ke perwakilan ahli waris, Eny Sispowati cs. Dalam surat tersebut Ketua BPN Kota Semarang, Ir H Jonahar, meminta kepada Eny untuk segera menyelesaikan sengketa dengan warga, selama 30 hari. Jika sudah lewat jangka waktu belum ada penyelesaian, maka berkas permohonan akan dikembalikan dan dihapus dari register permohonan.

Untuk itu, warga menuntut Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang untuk berhati-hati dalam bertindak menyelesaikan masalah ini, karena baru bisa mengeluarkan sertifikat tanah tersebut jika tidak ada konflik atau sengketa atas tanah tersebut.

Selain itu, sebelumnya ketua rw dan rt setempat yang awalnya mengajukan surat keberatan mempertahankan balai rw itu malah saat ini mengundurkan diri, dan mencabut surat keberatan. Karena ahli waris yang diwakili Kolonel purnawirawan WD Harsono,  mengedarkan surat ancaman kepada ketua RW 03, seluruh ketua rt dan tokoh masyarakat. Jika warga tidak mencabut surat ke BPN Kota Semarang, akan diadukan kepada Polda Jateng.

“Pada 18 September 2016 lalu, kami seluruh ketua RW dan 2 ketua rt baru bersama tokoh ¬†masyarakat, mengajukan keberatan kembali di BPN kota Semarang. Namun surat tersebut, oleh bagian sengketa, dianggap tidak ada gunanya. Sebab BPN kota Semarang telah memanggil Lurah Jomblang FX Sugito, dan lurah tersebut telah menyerahkan surat tidak sengketa atas kasus Balai RW 03 tersebut. Diduga lurah telah menerima sejumlah uang sebesar rp 143 juta untuk membuat surat tidak ada sengketa kepada bpn,” tandas Ardiansyah Harjunantio Ketua RW 03, Kamis (17/11).

Ditegaskan, Ardiansyah, bahwa surat bukti kwitansi inilah yang akan terus dikejar, melibatkan Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Tengah untuk membuka masalah ini. Pihaknya juga akan mengadukan hal tersebut kepada dewan, untuk ikut mendorong menyelesaikan permasalahan tersebut. “Apalagi bangunan balai rw ini sudah dibantu pemerintah kota bisa dikatakan sebagai aset pemkot,”pungkas Ardiansyah. (bj)