Home Headline Puluhan Brimob Berjaga Pasca Penyerbuan

Puluhan Brimob Berjaga Pasca Penyerbuan

brimob

Tulungagung, 14/1 (BeritaJateng.net) – Polres Tulungagung, Jawa Timur masih mempertahankan satu peleton brigade mobil (brimob) di wilayah Desa/Kecamatan Pucanglaban untuk berjaga mengantisipasi kerusuhan susulan pascapenyerbuan mapolsek setempat, Selasa (6/1).

“Sementara masih kami pertahankan sampai kondisi kamtibmas di sana benar-benar kondusif,” kata Wakapolres Tulungagung, Kompol Arief Robby dikonfirmasi di kantornya,.

Ia tidak bisa memperkirakan sampai kapan satuan brigade mobil yang bermarkas di Kediri tersebut bakal ditarik.

Menurutnya, keputusan tersebut sangat bergantung pada kondisi kamtibmas di wilayah Kecamatan Pucanglaban pascainsiden “penyerbuan” mapolsek setempat.

“Untuk menentukan (aman/tidak), tentu kami mempertimbangkan masukan dari berbagai sumber seperti jajaran polsek, intelkam, reserse, sabhara maupun lainya.

Para personel yang berjaga kini dipusatkan di kantor Polsek Pucanglaban maupun kantor desa setempat.

Tugas mereka secara umum hanya melakukan kesiagaan untuk mengantisipasi agar insiden penyerbuan yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga seorang tersangka kasus ilegal logging, berhasil kabur dari sel tahanan polisi.

“Ada sekitar satu peleton yang masih berjaga di sana. Putusan menarik atau mempertahankan sepenuhnya komando ada di tangan kapolres,” ujarnya.

Sepekan sebelumnya, Selasa (6/1), Mapolsek Pucanglaban didatangi ratusan warga setempat yang menuntut pembebasan seorang warga yang diduga terlibat kasus pencurian kayu dari dalam hutan negara (perhutani).

Aksi itu berakhir ricuh setelah sebagian warga nekat menerobos ruang tahanan mapolsek dan membebaskan tersangka Kholili (38), dengan cara merusak pintu sel.

Massa yang mundur usai membebaskan Kholili kemudian semakin beringas dengan merusak kantor RPH Perhutani Kecamatan Pucanglaban.

Serangkaian insiden itu yang kemudian membuat kapolres setempat marah besar dan menginstruksikan penangkapan terhadap sejumlah oknum warga yang dianggap menjadi provokator, termasuk Kholili yang akhirnya menyerahkan diri. (ant/BJ)

Advertisements