Home Headline PT PRPP Harus Mampu Optimalkan Potensi Bisnis dari Akses Masuk Bandara

PT PRPP Harus Mampu Optimalkan Potensi Bisnis dari Akses Masuk Bandara

SEMARANG, 19/02 (Beritajateng.net) – Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang baru, ditargetkan beroperasi pada bulan Mei mendatang. Saat ini pembangunan bandara dengan konsep modern tersebut sudah mencapai sekitar 60 persen.

Akses jalan dari dan ke bandara saat ini sudah selesai dibangun melewati kompleks PRPP dan Grand Maerokoco kawasan Puri Anjasmoro Semarang. Strategisnya kawasan PRPP dan Grand Maerokoco harus bisa ditangkap oleh pengelola kedua kawasan wisata Eco Tourism tersebut agar bisa berkembang dengan lebih baik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Rukma Setyabudi dalam Focus Group Discussion (FGD) Tentang Optimalisasi kawasan PRPP dan Grand Maerokoco yang dilaksanakan di Anjungan Kabupaten Brebes Grand Maerokoco, Senin (19/02).

“Akses masuk dan keluar Bandara nanti melalui depan PRPP ini, saya minta Bu Titah (Dirut PRPP=red) bisa memanfaatkan kondisi ini,” ungkapnya.

Menurut Rukma, jumlah pengguna jasa transportasi udara di Bandara A Yani saat ini berjumlah empat juta lebih dalam satu bulan. Padahal kondisi bandara yang ada saat ini serba minim, sehingga bisa dipastikan setelah bandara baru mulai dioperasikan, jumlah penumpangnya akan bertambah banyak.

“Kondisi ini sangat menguntungkan untuk mendongkrak jumlah pengunjung di PRPP dan Grand Maerokoco,” katanya.

Senada dengan Rukma, Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto mengatakan, impack dari akses jalan menuju dan keluar dari Bandara A Yani sangat besar. Semua itu bisa optimal jika PRPP dan Grand Maerokoco dikelola secara profesional.

“Salah satu fungsi PRPP adalah sebagai tempat pendidikan bagi pelajar mulai dari usia dini. Fungsi itu harus dikedepankan selain berfungsi sebagai ecotourism,” jelasnya.

Menurut Bogi sapaan akrab Asfirla, Kawasan Grand Maerokoco yang berisi anjungan dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, memiliki nilai edukasi yang sangat bagus bagi generasi muda, oleh karena itu kebersihannya, isinya, dan kondisi bangunannya harus dipelihara dan dikelola dengan baik.

“Sebagai Jateng mini, Grand Maerokoco jangan dibiarkan kumuh dan dipenuhi dengan orang orang yang tidak jelas seperti “rembol” (kere gerombol=orang jalanan miskin bergerombol) yang menjadikan orang malas datang ke Maerokoco,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, PRPP dan Grand Maerokoco adalah wajah pariwisata Jawa Tengah. Hal ini terjadi mengingat kawasan ini berada di pintu masuk Jateng dan hanya berjarak ratusan meter saja dari bandara.

“Perlu sinergitas yang baik antara PRPP dengan Bandara A Yani, kelola dengan profesional dan terapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Kalau itu diterapkan dengan baik saya yakin kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manajer Angkasa Pura 1, Maryanto mengatakan, saat ini Bandara Ahmad Yani memiliki jumlah penumpang sebanyak 4,4 juta orang pertahun dan diharapkan dengan bandara baru mampu menampung 6 sampai 7 juta penumpang.

“Potensi bisnis dari adanya bandara A Yani yang baru sangat besar, ini harus ditangkap untuk perkembangan bisnis dan pariwisata di Jawa Tengah,” pungkasnya.

(NK)