Home Hiburan PT KAI Pindahkan Kereta Pustaka Indonesia Ke Ambarawa

PT KAI Pindahkan Kereta Pustaka Indonesia Ke Ambarawa

Kereta pustaka yang berisi rangkaian gerbong yang didalamnya berisi ruang baca atau arena baca.

**Kereta Pustaka Berisi Gerbong Khusus Ruang Baca

Ambarawa, 27/10 (BeritaJateng.net) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memindahkan Kereta Pustaka Indonesia yang sebelumnya berada di Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

“Kereta Pustaka Indonesia ini merupakan kereta khusus perpustakaan kereta api (KA),” kata Manager Museum Kereta Api PT KAI Eko Sri Mulyanto di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng.

Hal tersebut diungkapkannya usai peluncuran KA Wisata Ambarawa-Bedono menggunakan lokomotif uap untuk menarik dua kereta wisata dengan kapasitas maksimal 80 penumpang, di Stasiun Ambarawa.

Kereta Pustaka Indonesia di Museum Ambarawa itu diluncurkan bersamaan dengan dibukanya kembali jalur kereta wisata menggunakan lokomotif uap yang saat ini baru satu-satunya di Indonesia.

Eko menjelaskan pembuatan Kereta Pustaka Indonesia merupakan realisasi program dari Unit Preservation and Museum PT KAI yang pengerjaannya dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai, Jakarta.

“Kereta ini merupakan hasil modifikasi eks-kereta barang, yakni kereta bagasi dengan nomor seri B 80101 yang dulunya rangkaian kereta rel diesel (KRD). Dipercantik eksterior dan interiornya,” katanya.

Ruang baca memanjang dalam kereta Pustaka
Ruang baca memanjang dalam kereta Pustaka

Pada eksteriornya, terlihat dominan warna putih dengan gambar lima stasiun cagar budaya di Jakarta, yakni Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Kota, Manggarai, Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara.

Untuk interiornya, terdapat berbagai buku sejarah perkeretaapian, dilengkapi dengan tempat membaca model lesehan yang nyaman, serta layar televisi yang menggambarkan sejarah perkeretaapian Indonesia.

Bahkan, memasuki museum Ambarawa, wisatawan disuguhi dengan rentetan sejarah perkeretaapian Indonesia, mulai dari gambar, foto, hingga beraneka lokomotif dan kereta yang pernah digunakan di Indonesia.

“Kereta Pustaka Indonesia ini sebelumnya sudah diresmikan pada 19 Juli 2011 di Stasiun Jakarta Kota dan didesain sebagai ‘railway campaign’, sekaligus sarana edukasi perkeretaapian,” katanya.

Agar keberadaan Kereta Pustaka Indonesia lebih dikenal dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, kata Eko, saat ini kereta tersebut telah diboyong dari Jakarta ke Museum KA di Ambarawa.

Sementara itu, Kepala Stasiun Ambarawa, Rahmayandi menyebutkan tingkat kunjungan wisatawan ke stasiun yang difungsikan sebagai museum itu sangat tinggi saat hari libur dan hari besar.

“Kalau hari-hari biasa, pengunjung Museum Ambarawa rata-rata 300 wisatawan/hari. Namun, saat tanggal merah, seperti hari minggu atau hari besar bisa sampai 1.500 wisatawan/hari,” katanya. (Bj05)