Home Headline PSDKU Undip Ungkit Pengembangan Wilayah dan Perekonomian Masyarakat

PSDKU Undip Ungkit Pengembangan Wilayah dan Perekonomian Masyarakat

230

SEMARANG, 22/10 (Beritajateng.net) – Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro mampu menjadi pengungkit pengembangan wilayah dan perekonomian masyarakat sekitar kampus. Hal ini terjadi karena rata rata mahasiswa di kampus pengembangan ini bisa mencapai sekitar 3.500 orang yang berasal dari wilayah wilayah di seluruh Indonesia.

Wakil Rektor 1 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D mengungkapkan, saat ini Undip sudah memiliki 4 PSDKU diantaranya berada di Kajen Kab. Pekalongan, Bandar Kab. Batang, Kab. Rembang dan Kab. Jepara.

“Saat ini kami punya empat PSDKU kerjasama dengan Pemkab setempat. Kami memang cukup ketat tidak mudah mendirikan PSDKU tapi juga tidak menutup kemungkinan membuka lagi,” ungkapnya saat menerima kunjungan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah Syaiful Hadi, Kamis (22/10).

Prof. Budi Setyono menjelaskan, PSDKU memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan angka partisipasi kasar Pendidikan tinggi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu wilayah. Hal ini dimungkinkan karena dengan program ini siswa berprestasi di tempat tersebut juga bisa mengenyam pendidikan tinggi di PSDKU.

“Memang selama ini didaerah yang tidak ada perguruan tingginya angka IPM biasanya rendah,” katanya.

Menurutnya, di beberapa tempat yang sudah ada PSDKU Undip, impact yang ditimbulkan sangat luar biasa terutama pada pemekaran wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Besarnya jumlah mahasiswa yang berasal dari luar daerah setempat bahkan berasal dari luar provinsi Jawa Tengah membutuhkan tempat kos serta memerlukan terpenuhinya kebutuhan sehari hari yang biasanya disediakan oleh masyarakat setempat.

Selain itu, program Studi yang dibuka di PSDKU juga disesuaikan dengan potensi wilayah setempat. Hal ini karena PSDKU tidak sekedar menghadirkan pendidikannya saja melainkan juga Science Teckno Park.

“Salah satu contohnya di Kabupaten Pekalongan, di wilayah ini banyak berdiri rumah makan Sate Kambing Balibul (bawah lima bulan). Selama ini bahan bakunya berasal dari Jawa Timur. Bupati Pekalongan ingin kami mengembangkan peternakan setempat. Maka kami buka Prodi Peternakan,” jelasnya.

Selain Peternakan di PSDKU Kab. Pekalongan, di Batang mengembangkan Minyak Astiri (Prodi Perindustrian dan di Jepara dengan Prodi Perikanan Kelautan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga Sustainability (keberlanjutan) PSDKU di tempat tersebut.

Ditanya Syarat yang dibutuhkan untuk mendirikan PSDKU, Prof. Budi Setyono mengatakan, Diantara persyaratan yang mutlak harus disediakan oleh Pemerintah Daerah adalah ketersediaan lahan minimal seluas 10 hektar yang akan dimanfaatkan untuk mendirikan tempat kuliah, kantor dan segala fasilitasnya.

“Ada ketentuan yang mengharuskan 30 persen lahan harus berupa ruang terbuka hijau. Kalau kurang dari 10 hektar memang agak menyulitkan,” bebernya.

Ditambahkan Prof Budi, ada beberapa pola yang dilakukan oleh Pemkab dalam menyikapi lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan PSDKU. Seperti yang terjadi di Kab. Batang, Pemkab setempat menyediakan lahan seluas 10 hektar di Kecamatan Bandar. Sementara lahan tersebut belum terbangun maka Pemkab meminjamkan Gedung bekas Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan untuk jangka waktu tidak terbatas selama masih dibutuhkan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Jawa Tengah Syaiful Hadi mengatakan, Kabupaten Kebumen saat ini memliki angka kemiskinan yang cukup tinggi dan IPM yang masih rendah. Untuk mengentaskan kemiskinan dan menaikkan IPM ini pihaknya dan beberapa tokoh di Kebumen menginginkan berdirinya Universitas Negeri.

“Kebumen memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan terutama di sector pertanian dan kelautan. Potensi ini bisa digarap optimal maka kami pengen ada perguruan tinggi negeri di Kebumen,” urainya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng ini menambahkan, saat ini ada beberapa asset milik Pemkab yang kemungkinan bisa dipakai untuk perkuliahan sambal menyediakan lahan yang cukup untuk mendirikan Gedung yang representative agar bisa dikembangkan sebagai lokasi PSDKU.

“Saya dengar Bupati rencananya akan menghibahkan salah satu asset bekas rumah sakit untuk perguruan tinggi. Saya rasa ini harus di rencanakan sebaik mungkin dan tentu atas persetujuan DPRD agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya.

(NK)