Home Ekbis Prudential Luncurkan Produk PRUcrisi Cover Benefit Plus 61 di Semarang

Prudential Luncurkan Produk PRUcrisi Cover Benefit Plus 61 di Semarang

Semarang, 1/12 (BeritaJateng.net) – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Fokus pada perlindungan Inovatif dan lengkap dengan meluncurkan produk PRUcrisis Cover Benefit Plus 61 yang digelar di Kantor Prudential, Menara Suara Merdeka, Semarang.

“PRUcrisis cover benefit plus 61, sebuah inovasi produk asuransi tambahan, yang menawarkan perlindungan kondisi kritis komprehensif, dan melindungi 61 kondisi kritis termasuk stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, ketulian, kebutaan, serta prosedur Angioplasty,” kata Country CEO & Chief Executive Agency PT Prudential Indonesia, Rinaldi Mudahar.

Rinaldi, mengungkapkan selain memberikan manfaat perlindungan penyakit kritis, PRUcrisis cover benefit plus 61 juga memberikan perlindungan terhadap resiko meninggal dunia, berupa 100 persen uang pertanggungan dan manfaat tindakan angioplasty sebesar 10 persen, uang pertanggungan atau maksimal Rp 200 juta.

“Manfaat ini tidak mengurangi uang pertanggungan dan hal ini yang menjadi keunikan PRUcrisis cover benefit plus 61, serta membuatnya menjadi yang pertama menawarkan manfaat tersebut di pasar asuransi jiwa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, mengacu data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tahun 2014, tiga penyakit kritis utama penyebab kematian di Indonesia adalah stroke, jantung, dan diabetes.

Rinaldi menuturkan data WHO itu, menyebutkan penyakit-penyakit kritis tersebut menyebabkan timbulnya kerugian finansial bagi banyak orang.

Sementara di PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), per tahun 2015, jumlah klaim penyakit kritis terbanyak adalah untuk stroke, kanker, dan penyakit jantung hingga 30 Juni 2016.

Rinaldi menambahkan produk PRUcrisis Cover Benefit Plus 61 tersedia dalam bentuk konvensional maupun syariah yang dapat di akses di wilayah Jawa tengah terdapat 31 Kantor Pemasaran mandiri dengan jumlah tenaga pemasar 8.336 orang dengan jumlah Nasabah 201.376 Orang.

“Jumlah kasus klaim untuk penyakit-penyakit kritis meningkat 18 persen, sementara nilai klaimnya meningkat 54 persen, dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Bj/El)