Home Lintas Jateng Provinsi Jawa Tengah Raih Penghargaan TPID Terbaik

Provinsi Jawa Tengah Raih Penghargaan TPID Terbaik

1109
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima Penghargaan atas prestasi Jateng sebagai peraih TPID Terbaik.

 

Jakarta, 5/8 (BeritaJateng.net)  – Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi (TPID) Terbaik 2015 di kawasan Jawa dari Bank Indonesia, menggeser posisi Provinsi Jawa Timur yang tahun sebelumnya meraih predikat terbaik. Penghargaan diserahkan Presiden RI Ir H Joko Widodo kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPID ke-7 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (4/8).

Gubernur Bank Indonesia, Agus D W Martowardojo mengatakan, penghargaan tersebut sebagai wujud apresiasi terhadap upaya pengendalian inflasi oleh TPID. Penghargaan TPID terbaik dikelompokkan berdasarkan tiga wilayah yakni Sumatera, Jawa, dan Kawasan Timur Indonesia. Provinsi Jawa Tengah terpilih sebagai yang terbaik di wilayah Jawa. Sementara, untuk wilayah Sumatera, TPID terbaik diraih Sumatera Utara, dan wilayah Indonesia Timur diraih Provinsi Bali. Kriteria penilaian penghargaan kepada TPID terbaik diukur dari aspek proses (mengukur kegiatan pengendalian), dan aspek keluaran (tingkat angka inflasi).

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somantri ATD MT didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Sinoeng N Rachmadi MM menjelaskan predikat terbaik yang diraih Jawa Tengah, tidak terlepas dari berbagai upaya dalam mengendalikan harga yang mengacu pada program Pandawa Lima (pengendalian dan pengawasan harga melalui lima langkah). Yakni, pemenuhan ketersediaan pasokan, pembentukan harga yang terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi, dan penerapan protokol manajemen harga.

Implementasinya antara lain dengan optimalisasi produksi tanaman pangan dan holtikultura, rakor TPID se-Jawa Tengah dalam rangka sinkronisasi kegiatan TPID dan penguatan kapasitas TPID kabupaten/ kota, pemantauan harga komoditi strategis secara langsung dan periodik di pasar-pasar tradisional, memfasilitasi temu dagang komoditas agro (pasar lelang) untuk memperpendek jalur distribusi dan melakukan konsolidasi implementasi sistem resi gudang. Di samping itu, TPID Jawa Tengah sejak 2013 sudah memiliki  Sistem Informasi Harga Produksi Komoditi (SiHaTi) yang berguna untuk memantau harga dan produksi komoditas. Dengan sistem itu, pergerakan harga komoditas maupun produksi komoditas dapat diketahui lebih cepat.

“Pada awal tahun ini, SiHaTi generasi kedua diluncurkan. SiHaTi generasi kedua ini terintegrasikan dengan smart phone berbasis android, dilanjutkan dengan instalasi SiHaTi di 35 kabupaten/ kota,” ujar Dadang.

Pemanfaatan mobile application SiHaTi, imbuhnya, merupakan era baru pengendalian inflasi Jawa Tengah. Keunggulan SiHaTi selain sebagai early warning indicator, juga memudahkan untuk pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan efisien melalui fitur virtual meeting.

Strategi pengendalian harga yang diterapkan Jawa Tengah, berdampak positif terhadap pengendalian inflasi. Terbukti, jelas Dadang, di 2015 Jawa Tengah merupakan provinsi dengan inflasi terendah di pulau Jawa. Pencapaian inflasi Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 2,73 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,78 persen (year on year). Inflasi 2015 ini juga masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,35 persen (year on year).

Selanjutnya pada semester I 2016, inflasi di Jawa Tengah masih cukup rendah. Laju inflasi kalender Jawa Tengah periode Januari – Juni 2016 sebesar 0,71 persen (year to date) lebih rendah dari laju inflasi kalender nasional periode Januari-Juni 2016  (1,06 persen/ year to date).  Sedangkan laju inflasi year on year di Provinsi Jawa Tengah pada Juni 2016 tercatat sebesar 2,96 persen lebih rendah dibandingkan laju inflasi year on year Juni 2015 sebesar 6,15 persen, dan lebih rendah dari inflasi nasional year on year Juni 2016 yang sebesar 3,45 persen.

Dalam kesempatan tersebut Presiden RI Joko Widodo mempertegas kembali komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dengan mewujudkan strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Presiden juga meminta integrasi road map pengendalian inflasi dengan rencana kerja pemerintah di tingkat pusat dan daerah.

Penguatan peran TPID provinsi dalam mengoordinasikan TPID kabupaten/ kota mutlak dilakukan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional. Selain itu, presiden menekankan pentingnya peningkatan kualitas data atau informasi terkait produksi, konsumsi, pasokan, stok, harga, termasuk juga penguatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) untuk mendukung kebijakan stabilisasi harga.

Tidak kalah pentingnya, kata Jokowi, produksi/ pola tanam antardaerah serta penguatan kerja  sama antara daerah surplus dan defisit. Di samping itu juga meningkatkan intensitas implementasi program tol laut dengan perluasan cakupan daerah untuk mengurangi disparitas harga, serta mendorong perubahan preferensi masyarakat terhadap pola konsumsi. (Bj)

Advertisements