Home Headline Promo Pariwisata Jateng Dinilai Belum Optimal

Promo Pariwisata Jateng Dinilai Belum Optimal

SEMARANG, 25/02 (Beritajateng.net) – Pengembangan pariwisata di Jawa Tengah dipandang masih kalah dibanding provinsi lain di Indonesia. Penyebab kondisi tersebut salah satunya adalah kurangnya promosi. Sektor Pariwisata merupakan sektor yang memiliki kontribusi sangat positif dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) di
Bali.

Sekretaris Komisi C DPRD Jawa Tengah Tetty Indarti mengatakan hal itu dalam kunjungan di Provinsi Bali di acara Pesta Wirausaha Bali 2018. Kegiatan yang mengambil tema Branding and Selling tersebut dinilai berhasil mendatangkan banyak pengunjung karena promosinya dilakukan secara sungguh sungguh.

“Kalau kita cermati, promosi yang mereka lakukan sangat bagus sehingga berhasil mendatangkan banyak pengunjung dari luar Bali bahkan dari luar negeri,” ungkapnya, Minggu (25/02).

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, dilihat dari produk produknya, sebenarnya kwalitas produk dari Jawa Tengah tidak kalah bahkan bisa dibilang lebih bagus dibanding yang dipamerkan.

“Kalau promosi yang dilakukan bagus dan tepat sasaran maka Jatengpun bisa melakukan hal yang sama,” katanya.

Diakui Tetty, Bali memiliki daya tarik wisata yang luar biasa karena keindahan alamnya. Berkah potensi alam yang dimiliki pulau dewata ini menjadikan apapun kegiatan yang dilakukan mendapat perhatian dari wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Jawa Tengah juga memiliki brand yang sangat bagus di bidang Pariwisata. Borobudur kan sangat dikenal dunia internasional, tinggal bagaimana kita bisa mengemas potensi ini,” bebernya.

Tetty menambahkan, banyak kegiatan yang dilakukan pegiat wisata di Bali dipusatkan di sekitar obyek obyek wisata. Antara lain di Kompleks Garuda Wisnu Kencana, di Pantai Kuta dan di tempat lain yang tidak kalah menarik.

“Pola itu bisa kita tiru, adakan even even dengan tempat di sekitar Candi Borobudur atau tempat lainnya,” katanya.

Senada dengan Tetty, Anggota Komisi C Hasan Asyari mengatakan, Jawa Tengah memiliki produk produk unggulan yang kwalitasnya diatas produksi provinsi lain. Produk produk tersebut seperti tekstil, ukiran bahkan kulinerpun memiliki keunggulan.

“Kwalitas kita tidak kalah bagus, bedanya hanya pada kesadaran masyarakat akan budaya dan wisata di Bali jauh dibanding Jateng,” ungkap Hasan.

Berdasarkan kondisi tersebut Politisi PKB ini minta agar dinas terkait khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bisa membuat program program dengan promosi yang lebih baik, masif dan tepat sasaran.

“Yang tidak kalah penting adalah mengalokasikan anggaran yang jumlahnya signifikan. Jumlah anggaran promosi pariwisata saat ini saya nilai masih terlalu kecil,” pungkasnya.

(NK)