Home Lintas Jateng Pria Setengah Abad Ditemukan Tewas di Stasiun

Pria Setengah Abad Ditemukan Tewas di Stasiun

image
Korban yang ditemukan di stasiun.

Kendal, 5/1 (BeritaJateng.net) –  Seorang lelaki yang sudah berusia setengah abad ditemukan tewas di sebuah kompleks stasiun lama Kendal, kelurahan Langen harjo, kecamatan Kendal. Di duga, korban tersebut tewas akibat penyakit yang sudah lama dideritanya. Senin (5/1).

Diketahui, mayat laki-laki itu adalah Djujuk Rusmanto (56) warga Gamyamprit RT 1 RW 1 Kecamatan Klaten Selatan Kabupaten Klaten. Setelah ditemukannya kartu identitas yang dibawanya.

Kali pertama, mayat korban ditemukan oleh salah seorang sopir truk yang tengah memarkirkan kendaraan truknya di sekitar lokasi dekat stasiun lama Kendal. melihat hat itu, lalu dilaporkan kepada polisi yang berjaga di Pos Alun-alun kota Kendal.

Lantaran tidak ada yang mencurigakan, korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Soewondo. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan identitas korban berupa kartu tanda penduduk (KTP), yang sudah habis masa berlakunya sejak 2008 lalu.

Selain KTP, di dekat korban juga terdapat tas, sandal, dan bantal kecil. Diduga, korban sengaja pergi dari rumah karena persoalan pribadi. Petugas kamar mayat RSUD Dr Soewondo, Sutriyana mengatakan, pihaknya mendapat laporan temuan mayat, Minggu (4/1) malam dinihari lalu. 

“Kami langsung bergegas menuju lokasi dan membawa korban ke kamar mayat guna pemeriksaan,” kata dia.

Menurutnya, pihaknya tidak melakukan otopsi karena tidak ada yang mencurigakan. Selain itu, tidak ditemukannya luka pada tubuh korban.  “sesuai hasil pemeriksaan, tidak ada luka. Diduga karena sakit. Tapi kami belum tahu sakitnya apa,” lanjutnya.

Setelah ditelusuri dari identitas korban, petugas berhasil melacak keberadaan keluarga korban. “Korban itu ternyata masih punya orang tua tapi sudah pisah. Ibunya ada di Jakarta, sedangkan korban sebelumnya ikut bapaknya di Klaten,” ungkapnya.

Diyah Kistiyah, adik ipar korban yang datang ke RSUD Dr Soewondo mengatakan bahwa selama ini korban tidak berkomunikasi dengan keluarga di Jakarta. Sudah beberapa tahun lalu, korban tinggal di Klaten bersama ayahnya.

“Tahu-tahu ada kabar jika kakak ipar meninggal di Kendal. Pas kebetulan saya berada di Solo, jadi saya datang ke sini untuk memastikan,” katanya.

Rencananya, jenasah korban akan dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan. Sebab,hal itu sesuai dengan permintaan ibu kandungnya.

“Hari ini juga akan kami bawa ke Jakarta,” tandasnya. (BJ19)