Home Headline Pria Kenakan Cadar Berlambang ISIS Serang Mapolres Banyumas

Pria Kenakan Cadar Berlambang ISIS Serang Mapolres Banyumas

Pria Bercadar Diduga Berlambang ISIS Serang Mapolres Banyumas
          Purwokerto, 11/4 (BeritaJateng.net) – Seorang pria bercadar dan mengenakan baju dan celana warna hitam serta menggunakan slayer yang diduga berlambang ISIS mendatangi Mapolres Banyumas dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam nopol R 3920 SV.  Pria tersebut  langsung menabrakkan kendaraannya ke arah Aiptu Ata Suparta yang sedang menelepon. Setelah keduanya terjatuh, pria itu berdiri sambil mengeluarkan parang untuk menyerang Bripka Karsono yang berusaha menolong Aiptu Ata Suparta.
           Bripka Karsono segera lari namun dikejar oleh pria bercadar itu sambil mengayun-ayunkan cadar dan meneriakkan takbir. Bripka Karsono pun terkena sabetan parang di lengan kanannya. Polisi lainnya yang mengetahui kejadian itu segera menolong korban dan mengamankan pelaku.
          Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan polisi mengungkap identitas penyerang Mapolres Banyumas berdasarkan penelusuran sidik jari pelaku. “Dari hasil penelusuran sidik jari diketahui pelaku berinisial MID kelahiran 1995,” kata Djarod di Semarang, Selasa, (11/4).
Belakangan pelaku diketahui beralamat di Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
          Terduga pelaku penyerangan terhadap Mapolres Banyumas, MID (22) dikenal sebagai seorang yang pendiam di kampungnya, Desa Karangaren, Kabupaten Purbalingga. “Anaknya pendiam. Ia di rumah sendirian, dan baru dua tahun tamat SMA,” kata salah seorang warga, Muchlani di Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga.
          Ia mengatakan MID hidup sendirian di rumahnya karena bapaknya, Darsono, sekarang ini tinggal bersama salah seorang anaknya di Jakarta. Sementara ibunya telah meninggal. “MID sebenarnya keluarga TNI karena bapaknya yang pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa itu merupakan seorang purnawirawan dan pernah menjabat sebagai Danramil dengan pangkat terakhir Peltu. Bahkan, dua dari tiga kakak MID juga menjadi TNI,” katanya.
          Menurutnya, MID pernah mencoba mendaftar pendidikan TNI namun gagal sehingga bekerja pada sebuah pabrik pengolahan kayu di Desa Purbasari, Kecamatan Padamara, Purbalingga.
          Sementara itu, petugas dari Brimob Subdetasemen Purwokerto dibantu Polres Purbalingga dan Polres Banyumas pada Selasa (11/4) menggeledah rumah MID di Desa Karangaren. Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengambil beberapa buku serta barang milik MID dan membawanya ke Polres Banyumas. (yit/El)