Home Lintas Jateng Presiden Jokowi : Penanaman Pohon Jangan Lagi Seremonial

Presiden Jokowi : Penanaman Pohon Jangan Lagi Seremonial

image
Persiapan pameran produk unggulan untuk menyambut Presiden Jokowi di Wonogiri. (BJ/HD)

Wonogiri, 29/11 (Beritajateng.net) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar mulai 2015 peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tidak lagi diselenggarakan secara seremonial dan seluruh undangan serta masyarakat turut terlibat menanam.

“Jangan lagi seremonial. Mulai tahun depan kita kumpul bersama tidak ada yang duduk-duduk. Yang duduk-duduk, yang nonton,…ikut menanam,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Indonesia (BMN) 2014 di Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Presiden menilai lebih baik jika seluruh pihak yang terlibat termasuk para penonton masing-masing diberi pohon satu-satu dan langsung ikut menanam bersama-sama sehingga ada hasil nyata dari acara tersebut.

“Seremoni harus dihentikan. Acara-acara simbolis harus dihentikan, yang penting praktiknya,” katanya.

Kepala Negara kemudian memaparkan pengalamannya di masa lalu ketika melakukan pengecekan setahun setelah acara seremonial penanaman pohon.

“Saya periksa lagi banyak yang tidak ada,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa acara menanam pohon harus sebuah acara nyata bukan proyek penanaman.

“Jangan kejadian seperti itu lagi, nanam itu proyek. Nanam ya ikhlas ingin menghijaukan. Insya Allah kita bertemu tahun depan semuanya menanam,” katanya.

Panggil “mas” Peringatan HMPI dan BMP dilakukan setiap tahun sejak tujuh tahun lalu. Acara kali ini pun tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di sebuah tenda di areal lahan yang akan ditanami pohon.

Presiden Jokowi yang menanam pohon jati dan Ibu Iriana yang menanam pohon durian menanam pohon secara simbolis bersama dengan para pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, duta besar negara sahabat, dan perwakilan organisasi internasional.

Pada kesempatan itu Presiden juga melakukan dialog dengan lima warga Wonogiri. Kepada setiap warga ia bertanya tentang jenis-jenis pohon tanaman kayu dan buah sebelum kemudian membagikan sepeda.

Oleh karena perwakilan warga itu tidak menyangka dapat langsung berdialog dengan Presiden Jokowi maka dialog yang terjadi pun memancing tawa tamu undangan yang lain, termasuk ketika seorang ibu rumah tangga mengaku bermimpi bertemu Presiden tiga bulan lalu.

Sementara itu, seorang anak kelas enam yang kebingungan menyebutkan nama lima pohon tanaman kayu , Bahkan seorang nenek lanjut usia yang dengan polosnya memanggil Presiden Jokowi dengan panggilan “mas”.

Peringatan HMPI dan BMN tahun ini yang mengusung tema “Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air dan Energi Terbarukan” itu dihadiri oleh para pejabat pemerintahan dan duta besar negara sahabat.

Dalam acara tersebut Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan kepada gubernur, bupati dan walikota pemenang lomba penanaman Satu Miliar Pohon 2013 tingkat nasional dan gubernur juara umum pemenang lomba Wana Lestari 2014.(ant/pj)