Home Nasional Presiden Inginkan Ketersediaan Bahan Pokok Dan Kemacetan Jalur Mudik Tahun Ini Dapat...

Presiden Inginkan Ketersediaan Bahan Pokok Dan Kemacetan Jalur Mudik Tahun Ini Dapat Teratasi

Presiden RI Joko Widodo

Jakarta, 27/4/16 (BeritaJateng.net) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas dikantornya memerintahkan para menteri Kabinet Kerja untuk menjaga harga bahan-bahan pokok tetap stabil selama Lebaran nanti. Selain masalah harga, Jokowi juga ingin agar kemacetan diatasi.

“Saya ingin pertama ketersediaan bahan-bahan pokok yang berkaitan demgan harga beras, daging, minyak betul menjadi perhatian utama,” kata Jokowi Dikantornya, Selasa (26/4).

Jokowi ingin jajaran menteri yang terkait mempersiapkan dan menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok, terutama untuk menjaga harga tetap stabil. Jokowi menekankan terutama masalah harga daging sapi atau beras. Khusus untuk harga daging sapi, Jokowi menekankan tidak mau harga melebihi Rp 80 ribu.

“Hal-hal yang sudah menjadi rutinitas kita bertahun-tahun, setiap akan Lebaran naik. Tahun ini coba kita jungkirbalikkan menjadi turun harganya,” ujar Jokowi.

Pada rapat terbatas kali ini Jokowi juga menitikberatkan masalah kemacetan. Jokowi berharap pada tahun ini, kemacetan di jalur mudik bisa diatasi. Oleh karena itu, Jokowi menekankan agar pemerintah memerhatikan aspek kualitas dari pelayanan, keselamatan dan kenyamanan para pemudik.

Demi kenyamanan para pemudik, Jokowi telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk mengatasi antrian di gerbang tol.

“Di negara lain sekarang sudah enggak ada yang namanya memakai gerbang tol. Semua dengan aplikasi sensorik yang langsung dihubungkan dengan akun kita,” ujarnya.

Jokowi ingin agar ke depannya sistem tersebut bisa diaplikasikan di Indonesia terutama dalam mengurangi persoalan antrian di gerbang-gerbang tol.

Rapat terbatas membahas persiapan jelang mudik idul fitri 2016 kali ini turut dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Kepala BIN Sutiyoso. (Bj50)