Home Headline Preman Stasiun Tegal Diringkus karena Perkosa Siswi SMK

Preman Stasiun Tegal Diringkus karena Perkosa Siswi SMK

Pelaku diamankan polisi setelah melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMK. dok/tegalkota.go.id
Pelaku diamankan polisi setelah melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMK. dok/tegalkota.go.id
Pelaku diamankan polisi setelah melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMK. dok/tegalkota.go.id

Tegal, 27/4 (BeritaJateng.net) – Jajaran Reskrim Polres Tegal Kota meringkus Preman stasiun Tegal yang merupakan pelaku pemerkosaan terhadap seorang anak dibawah umur. Pelaku melakukan tindak pemerkosaan terhadap siswi SMK sebut saja Intan.

Diperoleh informasi tindak pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur ini bermula dari perkenalan antara korban dengan pelaku lewat sosial media facebook, dari pertemanan itu keduanya terus saling berkomunikasi hingga pada hari Senin (20/04) siang, korban berjanji untuk saling bertemu dengan pelaku. Pelaku menjemput korban di rumahnya, dan pada saat itu korban diajak oleh pelaku berjalan menyusuri rel.

Saat melewati perlintasan rel di wilayah Mintaragen Kec. Tegal Timur Kota Tegal (belakang Posyandu Flamboyan) korban dipaksa oleh pelaku untuk melayani nafsu bejatnya. Korban berontak sekuat tenaga, namun apa daya korban kalah tenaga dengan pelaku, dan terjadilah pemerkosaan tersebut.

Kapolres Tegal Kota AKBP Bharata Indrayana, S.IK. melalui KBO Sat Reskrim Ipda Bambang S.D menegaskan atas laporan dari korban pihaknya langsung bergerak dan dalam waktu singkat Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil meringkus pelaku.

“Pelaku diketahui bernama ARP alias Gembel. Dan kini telah kami jebloskan dalam ruang tahanan setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” tegas Bambang seperti dikutip tegalkota.go.id.

Atas perbuatannya pelaku dituduh dengan perbuatan melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dengan anak dibawah umur dan melarikan perempuan yang belum dewasa sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 ayat (2) atau pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan UURI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak No.332 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.(tegalkota.go.id/BJ)