Home News Update PPP Gelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VII di Solo

PPP Gelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VII di Solo

Pelaksanaan Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VII yang berlangsung di Solo 3 – 4 Agustus 2016.

Solo, 3/8 (BeritaJateng.net) – Dualisme kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan yang melibatkan dua kubu antara kubu Romahurmuziy dengan kubu Djan Faridz masih menunggu pembacaan putusan MK yang diperkirakan akan turun pertengahan bulan Agustus ini.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Humprey Djenat saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VII yang berlangsung di Solo 3 – 4 Agustus 2016.

Kegiatan Musyawarah Wilayah yang digelar di Solo, dengan mengangkat tema Merajut Persatuan Menyongsong Kemenangan menurut Wakil Ketua Umum Humprey Djenat sebagai ajang konsulidasi partai untuk persiapan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2019, serta menghadapi Pilkada Jateng 2017.

Bisa dikatakan juga sebagai ajang konsolidasipersiapan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2019, serta menghadapi Pilkada Jateng 2017. Dan konsulidasi dukungan akar rumput pada kepengurusan dari Djan Faridz.

Tampak politikus PPP kubu Djan Faridz antara lain Wakil Ketua Umum Humprey Djenat, Ketua Forum Ulama Ka’bah KH. Zuhrul Anam, Putra KH. Maimun Zubair ( Mbah Maimun ) KH. KH .M. Wafi Maimun , Wasekjend DPP PPP Sudarto, dan senior PPP Mudrik Sangidoe.

Selain itu dalam kesempatan tersebut PPP kubu Djan Faridz ingin menyampaikan bahwa kepengurusan yang sah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung 601 adalah dari Djan Faridz.

“Kita yakin bahwa Mahkamah Konstitusi segera menetapkan Putusan Mahkamah Agung (MA) 601 untuk dijadikan landasan hukum tetap yang disahkan oleh pemerintah,” jelasnya usai membuka Muswil VII, Rabu (3/8/2016).

Harapannya setelah pembacaan putusan MK turun tidak ada lagi dualiame kepemimpin dalam PPP. Tidak ada lagi saling klaim terkait kepengurusan Partai berlambang kabah ini. (Bj24).