Home Headline PPKM Darurat Semarang, Warung dan Resto Harus Tutup Jam 8 Malam

PPKM Darurat Semarang, Warung dan Resto Harus Tutup Jam 8 Malam

PKL dan Cafe Ndablek Ditertibkan Petugas Gabungan PKM Semarang

***Warung dan Resto Hanya Layani Take Away dan Drive Thru

Semarang, 5/7 (BeritaJateng.net) – Hari ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Semarang, suasana jalan, pertokoan dan warung serta restoran masih tampak seperti biasanya.

Sejumlah jalan protokol ditutup untuk umum, petugas kepolisian dan dinas perhubungan berjaga di lokasi penutupan jalan.

Namun demikian, di beberapa tempat masih ada sejumlah pelanggar, terutama di warung makan. Beberapa warga masih menikmati makanan langsung di warung makan.

Padahal aturan PPKM Darurat jelas hanya memperbolehkan pembelian makanan di warung maupun restoran dibungkus atau take away dan drive thru.

Restoran ataupun warung makan juga hanya boleh buka hingga pukul 20.00 WIB.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kembali mengingatkan warga dan pengelola restoran, kafe, PKL, dan tempat makan lainnya untuk patuh aturan.

Mereka diminta membeli dan menjual makanan dengan hanya dibungkus dan tidak boleh makan di tempat.

Aturan itu bahkan juga berlaku untuk tempat makan yang berada di mal, walaupun mal dan pusat perbelanjaan tidak boleh beroperasi selama penerapan PPKM Darurat di Kota Semarang.

Ia menjelaskan jika mal diperbolehkan membuka akses untuk layanan pesan antar usaha kuliner yang ada di dalamnya, namun mal harus berhenti beroperasi hingga 20 Juli 2021.

“Untuk restoran di dalam mal, diperbolehkan membuka akses untuk restoran tersebut, tapi mal harus tutup,” tutur Hendi. (AK/El)