Home Nasional Popularitas dan Citra Ahok Semakin Tergerus Kasus Reklamasi

Popularitas dan Citra Ahok Semakin Tergerus Kasus Reklamasi

Jakarta, 10/4/16 (BeritaJateng.net) – Mencuatnya kasus dugaan suap pada proyek reklamasi Teluk Jakarta dinilai sejauh ini sudah menggerus citra dan popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan maju kembali dalam pemilihan gubernur Jakarta 2017.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens mengatakan kasus reklamasi tak bisa dipungkiri dapat menurunkan citra Ahok di mata publik. “Tapi menurut saya kalau untuk pendukung Ahok di pilkada yaitu Teman Ahok tidak begitu berpengaruh karena mereka berlandaskan ideologi,” ujar Boni di Jakarta.

Boni mengatakan saat ini muncul banyak spekulasi ihwal kemungkinan Ahok terlibat dalam kasus tersebut. Bagaimanapun juga pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang tak bisa dilepaskan dalam perkara reklamasi terkait dengan rancangan peraturan daerah soal reklamasi. Namun untuk siapa pejabat pemprov yang terlibat dalam kasus tersebut sejauh ini belum bisa diketahui. Dia meyakini Ahok tidak terlibat dalam perkara tersebut.

“Jauh dari Ahok,” ucapnya.

Sebaiknya, ujar Boni, publik mempercayakan sepenuhnya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengusut kasus ini.

“Percayakan pada KPK tidak perlu memaksa-maksa. Biarkan KPK yang bekerja. Jangan berspekulasi,” lanjut boni.

Sebelumnya mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, menyebutkan polemik izin reklamasi Teluk Jakarta yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok muncul karena adanya manipulasi aturan.

Padahal aturan izin reklamasi ini telah diatur melalui kewenangan pemerintah pusat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Dalam aturan ini disebutkan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur masuk ke dalam kawasan strategis nasional.

Namun yang semakin menimbulkan polemik, menurut Prijanto, Ahok ingin memasukkan soal perizinan dalam rancangan peraturan daerah (raperda) Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

“Lah wong tata ruang kok ngatur izin-izin. Ya logika saja, mesti ada kepentingan,” katanya.

Boni Hargens mengatakan sejauh ini kasus reklamasi dapat berdampak buruk bagi Ahok dalam pilkada nanti. apalagi orang dekat Ahok yaitu Sunny Tanuwidjaja sekarang ini sudah dicegah oleh KPK untuk keluar negeri.

“Yang terpenting bagaimana Ahok nanti bisa membuktikan bahwa dia tidak terlibat dalam masalah proyek reklamasi, Buktikan bahwa terkait soal Sunny ini adalah personal, tidak terkait dengan kerja atau kebijakan Ahok,” pungkas boni.(Bj50)