Home Headline Polsek Wates Tangkap Pengedar Uang Palsu

Polsek Wates Tangkap Pengedar Uang Palsu

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kulon Progo, 16/2 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Sektor Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap pengedar uang palsu, RD (21) warga Kecamatan Pengasih.

Kapolsek Wates Kompol Tupar di Kulon Progo, Senin, mengatakan RD ditangkap pada Kamis (12/2) lalu di jalan Bendungan-Toyan, Wates, usai melakukan jual beli telepon genggam.

“Korban Miftanul Rahman (21) menjual telepon genggang kepada RD seharga Rp130.000. Korban curiga, uang yang digunakan RD palsu, maka korban langsung lapor ke Polsek Wates,” kata Tupar.

Ia mengatakan dari tangan tersangka petugas menyita uang palsu berupa pecahan Rp100.000 satu lembar.

Setelah tersangka ditangkap petugas Polsek Wates, dilakukan penggeledahan pakaian, dan ditemukan 19 lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu, sehingga barang bukti menjadi 20 lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu.

“Berdasarkan pengakuan RD, uang palsu itu didapat dari temannya bernama AG warga Purwodadi (Jawa Tengah). Kami sudah melakukan koordinasi dengan polsek di sana dalam rangka mengembangkan kasus ini,” katanya.

Tupar mengatakan pelaku telah membelanjakan uang palsunya di wilayah Kecamatan Kokap sebesar Rp300.000.

“Atas perbuatannya, tersangka dikenai pasal sangkaan Pasal 36 jounto Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jounto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun,” kata Tupar.

Kanit Reskrim Polsek Wates AKP Munarso mengatakan uang palsu yang disita dari RD memiliki ciri nomor seri uang yang sama, kasar dan tidak ada pita berlambang Bank Indonesia.

“Tersangka RD telah mengedarkan dan membelanjakan uang palsu. Kami masih melakukan pengembangan kasus ini,” kata Munarso.

Sementara itu, tersangka pengedar uang palsu, RD mengatakan dirinya sudah memiliki uang palsu tersebut sejak tiga minggu terakhir. Dirinya ditawari AG saat menjadi pekerja tambak.

Ia mengaku dirinya hanya disuruh mengedarkan uang palsu, yakni setiap Rp100.000, dirinya mendapat uang Rp300.000. Sehingga dirinya tertarik untuk membeli dengan perbandingan 1:2 atau Rp1.000.000 mendapat Rp2.000.000.

“Awalnya tidak ada niat, tapi terus menerus ditawari AG, sehingga tertarik,” katanya. (ant/BJ)

Advertisements