Home Headline Sujadi akan Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Taman

Sujadi akan Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Taman

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono.

image
Kombes Pol Djihartono

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang akan memeriksa mantan Kepala Bidang Pertamanan Sujadi terkait  korupsi proyek pembuatan taman di Kota Semarang tahun anggaran 2012.
Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono mengatakan pihaknya akan menuntaskan kasus korupsi. Hingga selama ini yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka.
“Beberapa bulan yang lalu statusnya naik jadi tersangka namun belum diperiksa lanjutan,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/1).
Djihartono menegaskan penanganan kasus tersebut menjadi prioritas dari pihaknya dan segera diselesaikan.
“Kasus korupsi menjadi prioritas kami. Secepatnya akan kami periksa,” tegasnya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto.
Adapun kasus korupsi tersebut mencuat pada tahun 2013 silam dengan kerugian mencapai Rp 700 juta. Kemudian sekitar bulan Oktober 2013, Sujadi menjalani
pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang guna keperluan klarifikasi
terkait dugaan tersebut.
Dalam perkembangan kasus tersebut, disinyalir proyek tersebut memakan anggaran senilai Rp 3,8 miliar dengan kerugian negara sekitar  Rp 1,1 miliar. Hasil tersebut berdasarkan ekspos yang
dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi  (BPKP) Jawa Tengah.
Sekitar bulan November 2014, penyidik Tipikor Polrestabes Semarang telah menetapkan Sujadi sebagai tersangka. Selanjutnya pada Selasa (23/12/2014), penyidik mendatangi kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang untuk mencari barang bukti.
Dari penggeladahan di ruang Bidang Pertamanan dan Bidang Keuangan, penyidik menemukan enam bandel dokumen pertanggungjawaban nota pembayaran dan 24 bandel dokumen kegiatan ruang terbuka hijau.
Kapolrestabes membeberkan modus yang dilakukan tersangka dengan Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif serta surat pertangungjawaban tidak sesuai dengan ketentuan.
Sementara kegiatan atau proyek tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga.
Namun setelah diperiksa pihak ketiga ternyata tidak melakukan kegiatan
sesuai SPK tersebut. (BJ04)