Home Lintas Jateng Polres Karanganyar Sita Eskavator Penambang Liar

Polres Karanganyar Sita Eskavator Penambang Liar

Barang bukti penambangan liar
Barang bukti penambangan liar
Barang bukti penambangan liar

Karanganyar, 29/4 (BeritaJateng.net) – Penambangan ilegal mulai menjamur di wilayah lereng Gunung Lawu.  Polres Karanganyar melakukan pamantauan di lokasi yang disinyalir menjadi penambangan ilegal.

Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra mengakui jika pihaknya aktif melakukan pantauan  terhadap penambangan liar yang sering beroprasi di Kabupaten Karanganyar.

“Rata-rata penambang di Karanganyar tersebut belum memiliki Ijin Usaha Penambangan yang dikeluarkah oleh Gubernur,” jelas Kapolres Karanganyar, Rabu (29/4).

Bahkan, lanjut AKBP Mahedi, kebanyakan penambang tersebut melakukan penambangan terlebih dahulu baru kemudian mengurus perijinan. Mereka beralasan mengumpulkan modal terlebih dahulu untuk biaya mengurus ijin.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Karanganyar, AKP Suryo Wibowo, Sik menyatakan jika Polres Karanganyar melakukan razia terhadap penambang liar yang tak berijin karena ada informasi dari masyarakat sekitar. 

Penyidik, lanjut AKP Suryo Wibowo, melakukan pemantauan dan akhirnya menangkap tangan pelaku penambangan ilegal di dua wilayah yang berbeda yakni di Kerjo dan Ngargoyoso.

“Ternyata informasi benar, ada kegiatan penambangan di wilayah Gempolan Kecamatan Kerjo dan juga  di wilayah Ngargoyoso,” terang  AKP Suryo Wibowo .

Sebelumnya, petugas mengamankan TYN alias NNK (40) selaku pemilik penambangan ilegal pada tanggal 12 Maret 2015 sekitar pukul 13.00 WIB lalu, juga  menyita barang bukti berupa dua unit kendaraan bermotor berupa truk, satu unit eskavator serta satu kantong plastik yang berisi pasir padas.

Pemeriksaan yang dilakukan tersangka TYN  penambangan yang baru sebulan beroprasi itu tidak berijin, dan sudah  menghasilkan batu dan pasir, sebagian sudah berhasil dijual sebagian masih dalam penampungan.

Dilokasi yang berbeda yakni di wilayah Ganten Ngargoyoso, petugas juga mengamankan tersangka yang bernama SYT (53) warga Jatirejo, Ngargoyoso yang kedapatan menaikkan muatan pasir batu yang diletakkan di dumb truk miliknya. 

Petugas melakukan penyitaan terhadap satu unit eskavator warna hijau beserta kunci kontak, satu unit dumb truk warna putih, satu buah kantong plastik yang berisi batu.

“Pelaku diancam dengan pasal 158 UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 Miliar,” pungkasnya. (BJ24)