Home Hukum dan Kriminal Polres Karanganyar Larang Sweeping Tempat Hiburan

Polres Karanganyar Larang Sweeping Tempat Hiburan

Kapolres Karangangar AKBP Mahedi Surindr.

Karanganyar, 3/6 (BeritaJateng.net) – Ciptakan situasi kondusif, aman selama pelaksanaan ibadah Ramadhan, Polres Karanganyar meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan sweeping di sejumlah tempat hiburan di Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra menyampaikan masyarakat Karanganyar menjaga toleransi, sesama warga masyarakat. Jangan melakukan melakukan sweeping terhadap rumah hiburan, juga minuman keras dan lainnya.

“Masyarakat cukup melaporkan kepada kami. Biar kami yang bertindak. Karena itu kewenangan kami,” jelasnya kepada Beritajateng.net, Jumat, (3/6/2016).

Selain melarang tindakan sweeping, Polres Karanganyar juga melakukan pemusnahan minuman keras (miras) dari berbagai merk di lapangan upacara Mapolres Karanganyar Kamis (02/06/2016).

Pemusnahan barang bukti tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Muspida, MUI, Ormas Islam dan sejumlah kepala SKPD di Karanganyar.

Mahedi mengatakan, ribuan botol miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil operasi jajaran Polres dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar beberapa waktu terakhir di berbagai daerah di Karanganyar.

Minuman keras (Miras) yang dimusnahkan antara lain 41 botol bir Anker, 58 botol Kkwi, 327 bir Bintang, 35 bir Guiness, 66 botol Topi Miring. 101 botol Anggur Koleson, 370 Vodka, 85 anggur putih, 13 Anggur Merah, 2 Mainson, 19 wisky. Selain itu petugas juga menyita miras tanpa merk yaitu ciu sebanyak 3399 liter.

“Miras ini kemudian kita musnahkan dengan cara dilindas botolnya menggunakan alat berat,” ucapnya di sela-sela pemusnahan.

Sedangkan barang bukti berupa ciu yang dalam jerigen plastik dibuang dengan cara ditumpahkan di parit lalu di semprot air dari mobil pemadam kebakaran.

Kapolres juga menyebutkan bahwa pemilik dari barang bukti miras tersebut telah disidangkan oleh pihak yang berwenang. Tidak hanya itu, ada juga pemilik yang sudah menjalani jeratan hukum sesuai yang telah ditetapkan.

“Semua pelaku sudah divonis dan dijerat tindak pidana ringan (Tipiring),” pungkas Kapolres.(bj24)