Home Lintas Jateng Polres Karanganyar Fokus Perkuat Tim SAR untuk Penganggulangan Bencana

Polres Karanganyar Fokus Perkuat Tim SAR untuk Penganggulangan Bencana

Kapolres berikan bantuan pada korban banjir Daleman.

Karanganyar, 20/6 (BeritaJateng.net) – Antisipasi bencana di wilayah Karanganyar, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak meminta agar personil SAR Kepolisian Resor (Polres) Karanganyar selama 24 jam penuh siaga bencana. Baik personil maupun peralatan untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Seperti diketahui wilayah Karanganyar masuk dalam zona merah rawan bencana. Delapan wilayah sudah dipetakan sebagai  zona merah rawan longsor yaitu Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo dan Jenawi.

Sebagian wilayah lagi berada di sepanjang tepian Bengawan Solo yang setiap musim hujan bisa dipastikan airnya akan meluap dan merendam pemukiman warga.

Wilayah yang rawan terjadi banjir ada di Daleman Ngringo dan Sroyo untuk Kecamatan Jaten, Desa Kemiri dan Desa Waru untuk Kecamatan Kebakkramat, serta Desa Tlagan dan Desa Karangturi untuk Kecamatan Gondangrejo.

Sebagian wilayah lagi berada di sepanjang tepian Bengawan Solo yang setiap musim hujan bisa dipastikan airnya akan meluap dan merendam pemukiman warga.

Dusun Daleman ketinggian air hingga mencapai tinggi dua meter pada Sabtu (18/6) dan mengakibatkan 68 rumah dan 248 jiwa terpaksa harus dievakuasi di lokasi yang aman.

“Kita optimalkan kekuatan tim SAR dari Polres Karanganyar untuk turun ke lokasi bencana. Terutama banjir dan tanah longsor di Karanganyar,” jelasnya di Karanganya Jawa Tengah Senin (20/6).

Selanjutnya, ungkap Kapolres, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti Pemerintah Kabupaten Karanganyar, juga TNI untuk berkoordinasi masalah penanganan bencana di Karanganyar.

“Dengan membentuk posko gabunngan dengan berbagai pihak, diharapkan penanganan bemcana akan semakin cepat dan terkontrol dengan baik,” paparnya lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Dusun Banaran, Guntoro mengatakan, korban banjir yang tinggal di RT 1 dan 2 sebanyak 30 KK,  di RT 3 ada 3 KK, di RT 6 sebanyak enam KK dan di RT 7 sebanyak 33 KK.

“Saat banjir datang ketinggiannya mencapai tiga meter,” pungkasnya. (Bj24)