Home Headline Polres Cilacap Siap Amankan Eksekusi Mati

Polres Cilacap Siap Amankan Eksekusi Mati

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Cilacap, 16/2 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, siap mengamankan pelaksanaan eksekusi terpidana mati yang akan dilaksanakan di Pulau Nusakambangan dalam waktu dekat.

“Polres Cilacap siap. Pengamanan tetap seperti biasa karena sudah ada protap (prosedur tetap) sudah ada,” kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya di Cilacap, Senin.

Dalam hal ini, kata dia, pengamanan akan dilakukan mulai jalur yang dilewati rangkaian kegiatan hingga tempat pelaksanaan eksekusi.

Kendati demikian, dia tidak menyebutkan personel yang akan dilibatkan dalam pengamanan eksekusi mati.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya permintaan pengamanan pemindahan dua terpidana mati anggota “Bali Nine” Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Bali ke Nusakambangan, Kapolres mengatakan bahwa hal itu belum ada.

Bahkan, dia juga mengaku belum mengetahui kapan pemindahan dan eksekusi itu akan dilaksanakan.

“Belum ada. Namun kami sudah siap,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin mengatakan bahwa pihaknya sudah meneerima tembusan surat pemindahan dua terpidana mati anggota “Bali Nine” Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, ke Nusakambangan.

“Namun kami belum mengetahui kapan akan dipindahkan,” katanya saat dihubungi dari Cilacap, Jumat (13/2).

Berdasarkan surat tersebut, kata dia, pemindahan dua terpidana mati itu ditujukan ke Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan dua terpidana mati tersebut akan ditempatkan di lapas lain yang ada di Pulau Nusakambangan.

“Saya pikir, kita lihat situasi nanti,” katanya saat ditanya kemungkinan dua terpidana mati tersebut akan ditempatkan di ruang isolasi Lapas Besi seperti lima terpidana mati lainnya yang dieksekusi pada 18 Januari 2015.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya baru menerima surat pemindahan untuk dua terpidana mati anggota “Bali Nine”, sedangkan untuk terpidana mati lainnya yang masih berada di luar Nusakambangan belum ada.

Dia memperkirakan pemindahan dua anggota “Bali Nine” itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Akan tetapi hingga saat ini, kata dia, belum ada koordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait kapan dua terpidana mati itu dipindahkan.

“Saya sudah sampaikan ke Kejaksaan Agung agar ada koordinasi dulu sebelum dikirim ke Nusakambangan,” katanya. (ant/BJ)