Home Hukum dan Kriminal Polres Blora Gelar Simulasi Pertempuran Jarak Dekat

Polres Blora Gelar Simulasi Pertempuran Jarak Dekat

Polres Blora Gelar Simulasi Pertempuran Jarak Dekat
        BLORA, 22/1 (BeritaJateng.net) –  Jajaran Satuan Sabhara Polres Blora mendapat pelatihan kemampuan dasar perlawanan teror (wanteror) dalam simulasi penanganan teroris di halaman parkir belakang Mapolres, Senin (22/01). Simulasi ini, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror yang dimungkinkan bisa terjadi setiap saat.
          “Latihan ini untuk  menghadapi situasi teror, baik ancaman teror langsung pada objek maupun disertai penyanderaan,” ujar Kasat Sabhara Polres Blora, AKP Siswanto.
          Adapun materi latihan yang dilakukan diantaranya, pengenalan teror, mulai dari asal-usul kata teror, definisi terorisme, latar belakang teror dan perkembangan teror.
          “Selanjutnya kepada para peserta latihan diberikan materi langkah taktis, gerak dan giat personil unit anti teror, dalam pelaksanaan tugas,” jelasnya.
          Setelah itu, peserta diberikan materi formasi unit perlawanan teror (wanteror), yakni kemampuan unit anti teror dalam menghadapi situasi teror, baik ancaman teror langsung pada objek maupun yang disertai adanya penyanderaan.
          Ditambahkan, para anggota juga diberikan latihan dasar CQB (Close Quarter Battle), yaitu latihan pertempuran jarak dekat, berupa aksi unit wanteror terhadap pelaku teror bersenjata yang berhadapan langsung dan mengancam jiwa pada suatu tempat.
           “Serta peserta latihan diberikan materi penggunaan senjata api (senpi) jenis AK 2000 dan V2 yang dimiliki Sat Sabhara,” imbuhnya.
          Kapolres Blora AKBP Saptono, menjelaskan bahwasannya, latihan ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan melengkapi pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan yang dimilki oleh anggota Dalmas sebagai pasukan khusus yang mempunyai kemampuan khusus dilingkungan Polres Blora dan sebagai langkah menghadapi Pilkada serentak tahun 2018 ini.
          “Sebagai wujud tanggung jawab Polri menjaga keamanan dan memberikan rasa aman serta menjaga stabilitas keamanan diperlukan peran nyata anggota Polri dalam penanggulangan teror,” kata Kapolres.
           “Bukan berarti wilayah Kabupaten Blora saat ini rawan dan sudah dimasuki pelaku teror, namun hanya mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi teror, anggota yang sudah dilatih bisa menindaknya,” tambahnya.
           Pelatihan ini merupakan langkah kongkret Polres Blora dalam menyiapkan kesatuan dan personel jika sewaktu-waktu menghadapi kontijensi dan penanganan teror yang meresahkan masyarakat.
(MN/El)