Home Headline Polisi Ungkap Kasus Pencurian Kran Proyek Pembangunan Stadion Jatidiri Senilai 135 Juta

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Kran Proyek Pembangunan Stadion Jatidiri Senilai 135 Juta

664

Semarang, 28/01 (Beritajateng.bet) – Kepolisian Resort Kota Besar Semarang berhasil mengungkap kasus pencurian kran senilai 135 juta di proyek pembangunan Stadion Jatidiri Semarang selasa tanggal (31/12/ 2019) . Dalam pengungkapan tersebut Tim Resmob Polrestabes Semarang Berhasil mengamankan empat pelaku.

Mereka bernama Bima Fady Sanjaya (31) warga Kemayoran Timur Jakarta Pusat, Yudid Haryanto (43) Warga Sunter Jakarta Pusat dan Suyanto (51) Warga Pademangan Jakarta Utara. Sementara satu orang pelaku merupakan penadah hasil curian bernama Ahmad Toyib alias Abing (34) warga Malebak Banten Jawa Barat.

Tiga tersangka pelaku pencurian ditangkap di kawasan solo, saat akan melakukan aksi pencurian proyek di kawasan Manahan, sementara penadah barang curian ditangkap di banten.

Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan, modus operasi para pelaku yakni dengan menyamar sebagai pekerja konstruksi Stadion Jatidiri.

” mereka pura-pura jadi pekerja, terus malam hari tanggal 31 Desember itu ketika yang lain pulang, mereka menjebol gudang penyimpanan dan mengambil barang-barang tersebut,” jelas Kapolrestabes Semarang saat Rillis Kasus di Mapolrestabes Semarang, Selasa (28/1).

Lemahnya penjagaan di lokasi penyimpanan kontruksi pembangunan Stadion Jatidiri itu memudahkan para tersangka untuk membobol dan menggasak sebanyak 80 kotak kran kamar mandi tersebut. Setelah berhasil mengambil barang-barang tersebut ketiga pelaku lantas menjualnya ke tersangka Abing yang berada di wilayah Banten.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis tidak segan segan akan menindak tegas terhadap pelaku kejahatan yang beraksi diwilayah kota semarang.

Semnetara itu salah satu pelaku Yudid Haryanto, mengaku juga beraksi di wilayah Jakarta, Surabaya, bahkan sebelum melakukan aksi di semarang dirinya bersama rekannya telah merencanakan aksi pencurian di proyek kawasan Manahan Solo

“ awalnya saya yang survei, kemudian mengajak dua kawan masuk ke dalam proyek karena petugas keamnannya mudah dan tidak curiga, klo disolo sulit keamanannya ujarnya di hadapan Polisi

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.(HN/BJ)