Home Headline Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Raibnya Uang Kasda Kota Semarang

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Raibnya Uang Kasda Kota Semarang

image
Ilustrasi

Semarang, 9/4 (Beritajateng.net) –  Kepala UPTD Kasda DPKAD Kota Semarang Suhantoro, dan Diah Ayu Kusumaningrum seorang pegawai bank BTPN ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus hilangnya dana kas daerah Kota Semarang Rp 22 miliar.  

Dalam surat penyidikan, tersangka Diah dijerat pasal 2 UU RI no.31 tahun 1999 atau pasal 3 UU RI no 31 tahun 1999 jo UU RI no.20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64, 65 ayat (1) KUHP.

Lebih subsidair pasal 5 ayat (1) UU RI no 31 tahun 1999 jo UU RI no.20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindakpidana korupsi jo pasal 64  KUHP atau pasal 49 ayat (1) huruf a dan b UU RI no.7 tahun 1992 jo UU RI no.10 tahun 1998 tentang perbankan jo pasal 64, 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.

Sedangkan tersangka Suhantoro dijerat pasal 12 B ayat (1) jo pasal 5 ayat (2) UU RI no.20 tahun 2001 tentang perubahan UU RI no.31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

“Maka keduanya ditetapkan tersangka, Diah mantan pegawai Bank swasta, dan Suhantoro,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono, Kamis, (9/4).

Djihartono menambahkan penyidik menyimpulkan bukti yang sudah cukup, berdasarkan pasal-pasal yang disangkakan, Suhantoro diduga menerima gratifikasi.

“Suhantoro kami sangka setidaknya tahun 2014 menerima uang antara Rp 5 juta sampai Rp 30 juta dengan cara setor tunai ke rekening dua bank atas perintah tersangka Diah,” terangnya.

Sementara itu barang bukti yang diamankan polisi yaitu bilyet deposito DG 199515, slip setoran 2009-2014 (dari pemkot), slip setoran2009-2011 (dari BTPN), rekening koran 2008-2014 (dari pemkot), rekening koran 2008-2014(dari BTPN), slip aplikasi pembukaan deposito, job discription, dan surat-surat. Barang bukti tersebut dipalsukan oleh tersangka Diah.

“Jadi yang dipalsukan ada slip setoran, sertifikat deposito, rekening koran. Untuk pembukaan rekening baru masih kita dalami,” imbuh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto.(BJ04).