Home Hukum dan Kriminal Polisi Tetap Ibu Bayi Jadi Tersanka

Polisi Tetap Ibu Bayi Jadi Tersanka

*Kasus Pembuangan Bayi di Boyolali

image
Ilustrasi

Boyolali, 22/12 (Beritajateng.net) – Kepolisian Resor Boyolali telah menetapkan ibu kandung bayi berinsial Sd (18) menjadi tersangka karena diduga terlibat kasus pembuangan bayi laki-laki di Dukuh Karanglo, Desa Guli, Kecamatan Nogosari.

Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Nogosari AKP Warsito, di Boyolali, Senin, menjelaskan, sebelumnya mengamankan nenek bayi, yakni Ngatinem (44) warga Guli dan kini ibu kandung bayi juga menjadi tersangka.

Menurut Warsito, tersangka Sd telah memberikan kesempatan kepada ibunya, Ngatinem, telah membuang anak kandungnya yang baru dilahirkan. Sd sebagai ibu kandung seharusnya peduli dan melindungi bayinya itu.

“Jika Sd sebagai ibu kandung bayi laki-laki itu, setalah siuman dari pingsan saat melahirkan seharusnya mencari anaknya yang tidak ada di tempat. Namun, faktanya tidak mencari anak kandungnya itu,” kata Warsito.

Kendati demikian, bayi laki-laki yang dibuang di depan rumah warga tersebut beruntung, kemudian ditemukan dan tertolong, Jika bayi itu, hingga tidak tertolong jiwanya, tersangka bisa terkena hukuman berat.

Kedua tersangka baru mau mengakui dan bernjanji ingin mengurus bayi tersebut setelah mengetahui akan terjerat hukuman akibta perbuatannya.

Atas perbuatan tersangka ibu kandung bayi, yakni Sd tersebut, dijerat Pasal 305 jo 56 KUHP, tentang tindak pidana sebagai pembantu suatu kejahatan.

Tersangka Ngtinem sebelumnya dikenai Pasal 305 KUHP, tentang Menelantarkan anak. Barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan penjara.

“Kedua tersangka kini sudah limpahkan ke Polres, untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolsek.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku merasa malu karena putrinya telah melahirkan. Padahal dia belum memiliki suami. Tersangka juga tidak melaporkan ke polisi, siapa yang menghamili Sd.

Polisi sebelumnya mengungkap seorang pelaku yang tega pembuangan bayi laki-laki yang baru dilahirkan di Dukuh Karanglo, Desa Guli, Kecamatan Nogosari, yakni Ngatinem (44) warga setempat yang terbilang masih neneknya.

Menurut Kapolsek Nogosari AKP Warsito, tersangka diduga yang membuang bayi yang baru dilahirkan oleh Sd (18) anak kangdungnya, sehingga polisi langsung mengamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sd mengaku bayi tersebut lahir di dalam kamarnya, pada Jumat (19/12), sekitar pukul 04.00 WIB. Ibunya bangun tidur mendengar tangis bayi, kemudian mengambil dan memutus tali pusarnya Bayi kemudian dibungkus kain dan dimasukan tas plastik lalu ditaruh di depan rumah tetangganya.

Bayi tak berdosa tersebut akhirnya tertolong dan ditemukan oleh warga Dukuh Karanglo RT 08 RW 01 Desa Guli, Nogosari, pada Jumat (19/12), sekitar pukul 05.30 WIB.(ant/sd)