Home Headline Polisi Temukan Empat Rekening Misterius Terkait Hilangnya Rp22 M

Polisi Temukan Empat Rekening Misterius Terkait Hilangnya Rp22 M

wpid-keuangan_mikro_mgs5ou.jpg

Semarang, 24/4 (Beritajateng.net) – Penyidik Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Semarang menemukan empat rekening dengan nilai total mencapai Rp 596 juta. Empat rekening tersebut berada di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). 

Empat rekening tersebut tidak ada yang mengaku memilikinya. Diduga empat rekening dengan rincian satu rekening giro senilai Rp 82.228.447 dan tiga rekening deposito senilai total Rp 514 juta tersebut dibuat oleh seseorang pada tahun 2012 silam.

Hingga kini empat rekening tersebut masih berada di BTPN dan nantinya akan disita oleh polisi sebagai barang bukti kasus korupsi dana kas daerah Pemkot Semarang senilai Rp22 M.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan, dari hasil penyelidikan menemukan empat rekening dan tidak ada yang mengakui siapa pemiliknya. 

“Nanti akan kami sita sebagai barang bukti. Kami juga masih mencari siapa pembuat rekening itu,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Jumat (24/4).

Kapolrestabes meyakini empat rekening tersebut terkait raibnya dana Pemkot Rp22 M.

“Kita masih menentukan langkah guna melakukan pengusutan terkait siapa pembuat rekening tersebut,” imbuhnya.

Burhanudin menambahkan, terkait langkah untuk menghitung kerugian negara, pihaknya akan mendatangkan tim ahli pidana dari Universitas Diponegoro (Undip). 

“Nanti kami akan datangkan tim ahli untuk penyelidikannya,” ungkap Burhanudin.

Lebih lanjut Burhanudin, proses verifikasi dokumen-dokumen serta sertifikat deposito juga dilakukan. Berkas-berkas tersebut masih berada di laboratorium forensik guna membuktikan keasliannha. Selain itu, penyidik juga koordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi proses verifikasi masih dilakukan. Nanti tinggal koordinasi dengan OJK untuk mengetahui aliran uang untuk mengetahui aliran masuk maupun keluar, deposito milik Pemkot itu,” lanjutnya.

Untuk jumlah kerugian negara, pihaknya mengatakan belum diketahui secara pasti. Pihaknya masih berkoordinasi dengan BPK untuk menghitung kerugian tersebut.

“Kami akan bertemu BPK pekan depan, untuk koordinasi lagi,” tandasnya.(BJ04)