Home Headline Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Semarang

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Semarang

Pelaku Slamet Pamudji

Pelaku Slamet Pamudji
Pelaku Slamet Pamudji

Semarang, 26/1 (BeritaJateng.net) – Jajaran Kanit Idik IV Polrestabes Semarang berhasil menangkap pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap Djaswadi (55) warga kp Sumeneba 107 RT 03 RW 04 Kauman Semarang Tengah pada 25 Januari 2014 lalu.
Pelaku diketahui bernama Slamet Pamudji (28) warga Candisari Kota Semarang. Hingga saat ini polisi masih memburu tersangka lainnya, S yang merupakan mertua dari Slamet Pamudji.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermul dari laporan keluarga korban pada 25 Januari tahun lalu.
Dari laporan tersebut pihakanya mengerahkan Kanit Idik IV yang dipimpin langsung AKP P Pantja R, SH, MH. Dalam penggrebekan beberapa kali, pelaku berhasil lolos dan akhirnya dinyatakan buron.
“Setelah buron lebih dari setahun, pelaku berhasil kita tangkap di Rembang, namun pelaku lain masih kita cari,” ujar Djihartono.
Adapun kronologis kejadian menurut Djihartono, pada Senin (27/1/2014) sekira pukul 22.00 WIB di Jalan Pedamaran Kauman Semarang Tengah, terjadi keributan antara S (mertua Slamet Pamudji) dengan korban.
“Setelah ribut-ribut, pelaku S yang sekarang masih buron, melapor ke pelaku Slamet Pamudji yang tidak lain adalah menantunya,” ujar Djihartono.
Mendapatkan laporan dari mertuanya, Slamet Pamudji pun naik pitam dan langsung merapat ke lokasi kejadian. Tanpa menunggu lama-lama, Slamet Pamudji mengambil balok kayu sepanjang satu meter tidak jauh dari lokasi.
“Saat itu kebetulan korban sedang nonton televisi, pelaku yang sudah membawa kayu balok langsung memukulkan balok itu ke kepala korban,” ujarnya lagi.
Setelah menghajar korban, Slamet Pamudji bersama mertuanya, S kabur meninggalkan korban yang bersimbah darah. Dan korban tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit.
“Untuk pelaku sementara ini kita jerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 3e atau pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Sementara Slamet Pamudji mengaku jengkel saat dilapori oleh mertuanya. Karena laporan mertuanya, korban sering cekcok dengan mertuanya itu.
“Saya jengkel, sudah berkali kali laporan katanya sering cekcok,” tutur Slamet Pamudji. (BJ15)

Advertisements