Home Headline Polisi Tangkap Lima Pelaku Perampasan Motor Bermodus Debkolektor 

Polisi Tangkap Lima Pelaku Perampasan Motor Bermodus Debkolektor 

Polisi Tangkap Lima Pelaku Perampasan Motor Bermodus Baru Depkolektor 
Polisi Tangkap Lima Pelaku Perampasan Motor Bermodus Baru Depkolektor 
Polisi Tangkap Lima Pelaku Perampasan Motor Bermodus Baru Debkolektor


Semarang, 14/5 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 17 motor disita Aparat Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang. Ke 17 motor berbagai jenis diduga hasil kejahatan dari lima tersangka debkolektor freelance.

Kelima tersangka yakni  
Aji (22) warga Tlogosari Wetan, Fahrul Roza (32) warga Pucang Anom Timur, Batursari, Demak,  
Ponco (20) warga Tlogosari Wetan, Kuswantoro (31) warga Tambak Mulyo, Tanjung Emas, semarang Utara, dan Muh Romadhon (32) warga Ds Kandron RT 1 RW 1 Kudus.

Seorang tersangka Fahrul Roza mengaku memang kesehariannya bekerja sebagai penagih hutang yang biasanya disebut (Depkolektor) eksternal bagi leasing. Namun tidak tahu kenapa akhirnya mengikuti bujukan seorang temannya sesama profesi untuk bermain meminta motor dengan dalih keterlambatan bayar.

“Saya hanya diajak teman berinisial S. Dia (S-Red) juga tukang plat yakni bertugas menarik motor dijalan-jalan,” katanya saat gelar perkara, Kamis (14/5).

Karena bersedia akhirnya, Fahrul mengikuti segala petunjuk pelaku berinisial S untuk bisa menarik motor dengan modus memepet calon korban dijalan yang sekiranya motor tersebut mengalami keterlambatan bayar.

“Jadi saya tidak tahu cara kerjanya (S-Red). Saya hanya ngikuti saja. Ketika ada motor langsung dipepet dan ditanya tentang motor korban dan suruh menunjukan STNK motor bahwa motor itu telat bayar,” tuturnya.

Karena motor telat bayar, ia menyuruhnya untuk membawa motor korban agar supaya mengurus di Leasing yang bersangkutan.

“Saya hanya mengikuti perintah untuk bawa motor itu ke leasing. Sementara itu korban, diboncengkan dengan S,” akunya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Buharnudin mengungkapkan ulah komplotan modus yang digunakan depkolektor ini itu cukup meresahkan masyarakat. Mereka berboncengan motor begitu melihat sasaran langsung mengejar menghentikan korban  setelah memepet. 

“Jadi pelaku dalam aksinya memepet dan meminta motor korban dengan alasan motornya bermasalah”, ungkap Buharnudin.

Kemudian, pelaku sebelum pergi dengan membawa motor korban berpesan agar mengambil motor di kantor leasing. Seperti dialami salah satu korban 
Ajat (32). Ia yang mengendarai motor lewat  Jalan Mulawarman, Tembalang, Semarang pada 7 April lalu kaget dihentikan oleh empat orang yang mengaku debkolektor.

Korban asal Sukasari Kel Bungunsari  Tasikmalaya (Jabar) dipaksa menyerahkan motornya Yamaha Vixion 2013 No Pol Z 4010 LI. Korban disuruh mengambilnya di kantor leasing BAF kawasan Kampung Kali Semarang, tapi setelah dicari ternyata tidak ada.

“Pelaku ini menjanjikan kalau motor harus segera diurus dikantor leasing. Setelah dikroscek motor tersebut tidak ada,” tuturnya.

Terpisah Kasat Reskrim AKBP Sugiarto  menyebutkan sesuai dari hasil pemeriksaan lima tersangka ini selalu beraksi di Semarang.

“Ada 20 lokasi biasanya di Pedurungan, Ngaliyan dan Mulawarman Tembalang,” jelasnya.

Sugiarto menambahkan pihaknya akan mengembangkan kasus modus yang tergolong baru ini. Dalam kasus ini dimungkinkan akan berkembang tidak saja jumlah tersangka, tetapi juga lokasi kejadian maupun barang buktinya.

“Kita akan kembangkan kemungkinan ada pelaku lain yang bermain dengan modus sama,” imbuhnya.

Dari hasil pengakuan para tersangka sebagian motor hasil rampasan di jual di daerah Demak dengan antara Rp 2,3 sampai Rp 3 juta, kecuali Yamaha Vision mencapai Rp 8 juta.(BJ04)