Home Hukum dan Kriminal Polisi Selidiki Kasus Perampokan Pengusaha Ayam

Polisi Selidiki Kasus Perampokan Pengusaha Ayam

rampok pengusaha ayam
ilustrasi

Purwokerto, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, menyelidiki kasus perampokan bersenjata di rumah pengusaha ayam petelur, Casiwan (55), warga Desa Cikidang RT 08 RW 02.

“Kami telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan,” kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono saat dihubungi, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (26/11) sore.

Disinggung mengenai kemungkinan kawanan perampok itu menggunakan senjata api, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima laporan penggunaan senjata api dalam perampokan tersebut.

“Tidak ada senjata api,” katanya.

Kasus perampokan tersebut terjadi Rabu (26/11) dini hari di rumah Casiwan diduga dilakukan oleh tujuh orang dengan menggunakan topeng dan masker.

Salah seorang penjaga rumah, Rahmadi mengatakan bahwa kawanan perampok itu datang sekitar pukul 02.00 WIB dengan cara melompati pagar dengan tangga dan melumpuhkan seorang penjaga rumah bernama Daryoto (35) yang sedang menonton televisi di pos penjagaan.

“Tangan Daryoto diikat dengan tali rafia, sedangkan mulut dan tangannya dibekap dengan lakban. Mereka juga mengikat dan membekap enam penjaga lainnya yang sedang tidur,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, kawanan perampok itu masuk rumah dengan cara mencongkel pintu sebelah utara.

Saat pertama kali masuk rumah, lanjut dia, kawanan perampok itu menyekap pembantu rumah tangga dan selanjutnya menyekap empat anak Casiwan di dalam kamar dengan pintu terkunci dari luar.

Sementara itu, Casiwan mengatakan bahwa kawanan perampok itu menggunakan senjata tajam berupa celurit dan golok.

Bahkan, kata dia, salah seorang perampok tampak menyelipkan senjata sejenis pistol di bajunya.

“Mereka berbicara dengan logat seperti orang Madura. Ada yang melihat mobil yang digunakan kawanan perampok itu sejenis Kijang atau Panther dengan pelat nomor W,” katanya.

Menurut dia, kawanan perampok itu meninggalkan rumah setelah mengambil uang sekitar Rp150 juta, perhiasan dengan nilai sekitar Rp10 juta, dua buah laptop, dan 14 unit telepon seluler.

“Mereka berada di rumah hanya sekitar setengah jam,” katanya.

Setelah kawanan perampok itu pergi, Casiwan pun segera melaporkan kasus perampokan tersebut ke Kepolisian Sektor Cilongok dan diteruskan ke Polres Banyumas. (ant/pri)