Home Headline Polisi Reka Ulang Dua Kasus Pembunuhan di Kudus

Polisi Reka Ulang Dua Kasus Pembunuhan di Kudus

Tersangka Dani Saputra saat melakukan reka ulang pembunuhan.

Tersangka Dani Saputra saat melakukan reka ulang pembunuhan.

Kudus, 21/4 (Beritajateng.net)-Dua kasus pembunuhan dalam waktu dan tempat berbeda yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Kudus, Selasa (21/4) dilakukan reka ulang (rekonstruksi) di tempat kejadian perkara (TKP).

Reka ulang pertama digelar untuk korban Muhammad Budi Saputro (16) asal Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalimsari, Jepara, lalu reka ulang untuk korban Nor Akhlis (27) penduduk Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus.

Dalam acara tersebut, Polres Kudus melibatkan puluhan petugas gabungan untuk mengamankan kegiatan reka ulang yang mendapat perhatian ratusan warga disekitar TKP. Keterlibatan puluhan petugas dimaksudkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan termasuk keselamatan pelaku.

Dalam rekonstruksi pertama, Dani Haryanto (22) warga Dukuh Ngablak, Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari Jepara yang ditetapkan tersangka karena membunuh M Budi Saputro memeragakan 33 adegan. Mulai adegan menjemput korban hingga tindakannya yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Di lokasi reka ulang pertama, warga Desa Gemiring Kidul tampak geram dan berusaha mendekati tersangka. Tetapi upaya tersebut gagal berkat kesigapan petugas yang dipesrsiapkan mengamankan jalannya reka ulang.

”Pembunuhan ini perbuatan sangat tidak berperikemanusiaan. Kalau bisa pelaku dihukum seberat-beratnya atau kalau memungkinkan dihukum mati,” komentar Subianto (35) warga setempat.

Dia juga mengaku, sempat berusaha mendekati pelaku saat rekonstruksi berlangsung dan berniat memukul sebagai bentuk pelajaran. Hanya saja, polisi dengan sigap mencegahnya begitu juga ketika selesai acara dan pelaku dibawa ke mobil tahanan, beberapa kerabat korban diam-diam berusaha mendekati pelaku yang dikawal ketat petugas gabungan.

Reka ulang kedua dilakukan TKP Desa Gondoharum atau tepatnya di jalan setapak menuju hutan Patiayam. Dalam reka ulang ini, tersangka Sudarmono (27) warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati harus memeragakan 35 adegan.

Seperti halnya reka ulang di lokasi pertama. Dalam acara reka ulang kedua ini puluhan aparat harus ekstra ketat mengamankan adegan demi adegan serta menjaga pelaku dari kemungkinan amukan massa.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (7/2/2015) warga menemukan jenasah laki-laki tanpa identitas di aliran sungai Desa Peganjaran, Kecamatan Bae Kudus. Karena tidak ditemukan petunjuk apapun terkait identitas korban, dua hari berikutnya mayat ’Mr X’ tersebut dimakamkan di pemakaman umum Desa Ploso, Kecamatan Jati Kudus.

Sepekan setelah dimakamkan, orang tua korban mendatangi Polres Kudus dan menyatakan keyakinannya bahwa mayat tersebut adalah anaknya. Kemudian, polisi mengagendakan melakukan pembongkaran makam untuk dilakukan tes DNA.

Dari tes tersebut terbukti bahwa korban adalah anak kandungnya Muhammad Budi Saputra (16). Setelah identitas korban terungkap, sepekan kemudian pelaku Dani Haryanto (22) berhasil dibekuk.

Sedangkan Sudarmono ditangkap belasan jam kemudian setelah melakukan pembunuhan terhadap Nor Aklis (27) pada Minggu (23/3/2015) lalu. Dalam keterangannya kepada polisi, pelaku mengaku sakit hati karena tidak diberikan uang komisi Rp 100 ribu dari jasanya menunjukkan sepeda motor yang dibeli korban.

Sementara itu, menurut Kasatreskrim Polres Kudus AKP Sulkhan, agenda reka ulang tersebut diperlukan untuk memperjelas kronogi kejadian. Hal itu guna mendukung proses persidangan di kemudian hari.

”Rekontruksi dapat membantu aparat menguatkan menganalisa lebih detil terkait tahapan kejadian yang mengakibatkan dua nyawa melayang,” ungkap AKP Sulkhan yang mulai kemarin memangku jabatan baru sebagai Kapolsek Semarang Utara. (BJ12)