Home Hukum dan Kriminal Polisi Razia Pelajar Cegah Tawuran

Polisi Razia Pelajar Cegah Tawuran

polisi razia pelajar (dok)

Magelang, 16/11 (BeritaJateng.Net) – Kepolisian Resor Magelang Kota mengintensifkan razia secara mendadak di berbagai tempat dengan sasaran kalangan pelajar untuk mencegah tawuran.

Kepala Polres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho, Minggu (16/11) mengatakan razia terhadap mereka akan dilakukan lebih intensif, baik di dalam maupun luar sekolah.

“Baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah, untuk mencegah terjadi tawuran,” katanya.

Belum lama ini, pihaknya menggelar koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas berbagai upaya penanganan dan pencegahan tawuran antarpelajar.

Pertemuan tersebut, antara lain dihadiri Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Arm I Made Gede Antara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Djawardi, pegiat lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, dan sejumlah kepala sekolah, terutama yang pelajarnya sering terlibat tawuran.

Berdasarkan catatan kepolisian setempat, sejak 2012 kasus tawuran pelajar mengalami peningkatan. Pada 2012, tercatat satu kasus dengan seorang tersangka yang akhirnya menjalani hukuman percobaan delapan bulan, pada 2013 tercatat delapan kasus dengan penanganan lebih lanjut atas lima kasus melalui pembinaan dan tiga lainnya pembubaran.

Selama 2014, kepolisian setempat mencatat 10 kasus tawuran antarpelajar, dengan penanganan atas dua kasus melalui proses hukum, enam kasus melalui pembinaan, dan dua kasus berupa pembubaran.

Ia menjelaskan penyebab tawuran antarmereka sebenarnya persoalan sepele, antara lain bersenggolan saat berkendara, berebut pacar, kecemburuan sosial, dan dendam lama.

Berbagai upaya pencegahan tawuran pelajar, katanya, telah dilakukan, antara lain berupa pembinaan, penyataan ikrar damai, dan razia secara intensif.

Pihak Dinas Pendidikan Kota Magelang juga secara terus-menerus melakukan upaya pencegahan tawuran antarpelajar.

“Akan terus kami optimalkan, untuk meminimalisasi,” kata Djarwadi.

Pembinaan kepada pelajar yang terlibat tawuran, katanya, juga melibatkan institusi TNI di kota setempat, terkait dengan pembinaan wawasan kebangsaan. (ant/pri)