Home Headline Polisi Musnahkan 15 Potong Ayam Tiren

Polisi Musnahkan 15 Potong Ayam Tiren

Ayam Tiren

Semarang, 15/7 (Beritajateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang memusnahkan 15 ekor bangkai ayam tiren (mati kemarin). Barang bukti berupa bangkai tersebut berhasil disita dalam suatu penggrebekan di rumah pedagang ayam potong milik mbok Kusni (50) warga Sawah Besar, Kaligawe, Senin (14/7) malam.

Bangkai tiren itu dimusnahkan dengan cara dibakar lalu dipendam dalam tanah.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan pihaknya telah menyita beberapa ayam tiren dari pedagang.

“Kita sita dari pedagang ayam. Dia (Kusni) sekarang ini tengah diperiksa secara intensif sebagai terlapor,” katanya saat gelar kasus, Selasa (14/5). 

Burhanudin menambahkan sesuai dari hasil pemeriksaan, mbok Kusni mendapatkan bangkai ayam dari awak angkutan truk yang membawa ayam potong.

“Biasanya bangkai ayam dipakai untuk makanan ikan lele, tapi oleh mbok Kusni dipungut untuk dijual setelah diberi pewarna kuning,” tambahnya.

Sementara itu Kasat Reskrim AKBP Sugiarto mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diperoleh keterangan bahwa Mbok Kusni sudah jual ayam tiren lebih dari 2 tahun.

“Dia (Mbok Kusni-Red) sudah 2 tahun jual ayam tiren di Pasar Kubro Kaligawe,” ungkapnya.

Dikatakan Sugiarto, ayam yang mati sebelum dipotong dan dijual terlebih dulu diolesi empon empon, termasuk kunir biar warnanya yang semula biru menjadi kekuning kuningan. Setelah dikasih pewarna ayam itu mirip seperti ayam segar.

“Jadi Mbok Kusni ini pintar, ayam tiren itu sebelum dijual dikasih bumbu kuning agar terlihat seperti daging ayam segar. Dari penjualan dia (Kusni-Red) seekor ayam dipotong menjadi delapan bagian dan dijual perpotong Rp 3 ribu,” jelasnya.

Terkait barang ayam bangkai yang didapat untuk dijual oleh Mbok Kusni, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif.

“Kita masih dalami ayam yang dijual Mbok Kusni darimana dan dijual ke siapa saja,” pungkasnya. 

Kini Mbok Kusni terancam undang undang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara. (BJ04)