Home Headline Polisi Masih Buru Tujuh Pelaku Penyekapan Siswi SMA

Polisi Masih Buru Tujuh Pelaku Penyekapan Siswi SMA

image
Ilustrasi

Bantul, 17/2 (Beritajateng.net) – Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih memburu tujuh pelaku penyekapan siswi sekolah menengah atas di rumah kos wilayah Desa Bangunharjo, Sewon pada Kamis (12/2) yang hingga saat ini belum tertangkap.

“Sudah ada tim khusus yang dibentuk untuk mengejar pelaku yang belum tertangkap, dan sementara ini tujuh pelaku masih kami buru,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bantul, AKP M Kasim Akbar Bantilan di Bantul, Selasa.

Menurut dia, setidaknya ada sembilan pelaku yang melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap Anjeli (18), siswi salah satu SMA di Yogyakarta yang merupakan warga Berbah Kabupaten Sleman tersebut.

Namun demikian, kata dia, dua pelaku penyekapan berhasil ditangkap dan diamankan petugas kepolisian sehari sesudah kasus tersebut, bahkan satu pelaku yang tertangkap di antaranya masih dibawah umur yakni 16 tahun.

“Kemungkinan besar tujuh pelaku masih ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sehingga terus kami pantau dan cari, mudah-mudahan bisa ketemu,” katanya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya meminta ke-tujuh pelaku yang belum tertangkap tersebut menyerahkan diri ke aparat berwajib, dari pada menyulitkan petugas kepolisian untuk menyelesaikan dan proses hukum kasus penyekapan tersebut.

“Akan tetapi sampai saat ini kami coba cari terus dan mengumpulkan keterangan dari pihak terkait, termasuk dua pelaku yang sudah tertangkap, namun sampai saat ini belum ada titik terang,” katanya.

Menurut dia, kasus tersebut berawal dari saling ejek terkait tatto ‘hello kitty’ yang ada di tangan korban, namun ejekan tersebut berbuntut penculikan dan penyekapan terhadap korban di kamar kos, setelah sebelumnya korban dijemput pada Kamis (12/2) oleh tiga orang.

Korban yang dalam keadaan terikat tangannya kemudian dianiaya oleh sembilan pelaku, mulai dari memotong rambut korban, menyulut dengan rokok, hingga menyakiti bagian alat vital korban, namun karena korban terikat mulutnya dibekap tidak dapat berteriak.

“Penyekapan ini memang ada yang di luar batas kewajaran, selain memasukkan botol minuman keras dan dot bayi, para pelaku juga mengolesi ‘handbody’ dan lem cair ke kemaluan korban,” katanya.(ant/bj02)