Home Headline Polisi Masih “Buntu” Ungkap Pembunuhan Juragan Kayu

Polisi Masih “Buntu” Ungkap Pembunuhan Juragan Kayu

image

Semarang, 19/4 (Beritajateng.net) – Polrestabes Semarang masih belum menemukan titik terang atas kasus pembunuhan juragan kayu Hj Suparti (53). 

Kapolsek Pedurungan Kompol Hendrawan mengatakan,  hasil penyelidikan sementara, belum mengarah pada siapapun.

“Belum, belum mengarah ke siapapun. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi,” katanya.

Hendrawan menjelaskan, pihaknya akan terus bekerja keras untuk bisa mengungkap pelaku.

“Masih penyelidikan. Terkait mencurigai karyawan Pur, akan tetap tindak lanjuti,”jelasnya.

Sementara itu pihak keluarga Hj Suparti (53), juragan kayu yang tewas dibunuh di Semarang hari Sabtu (18/4) kemarin  mencurigai seorang pria sebagai pelakunya. Hal itu karena hanpdhone pria yang akrab dipanggil Pur itu tertinggal di lokasi kejadian.

Djunet Sumarno tak lain suami korban mengatakan, Pur adalah tukang bongkar truk pasir yang bekerja tidak jauh dari kios kayunya. Korban cukup akrab dengan Pur karena sering membantu atau sekedar meminta minum. 

“Ya kami mencurigai Pak Pur itu. Jadi saat datangi rumahnya di Bangetayu bersama polisi sudah tidak ada,” kata Sumarno, Minggu (19/4).

Dijelaskan, menurut keterangan salah seorang saksi Jumani bahwa Pur diketahui masih dalam sekitar lokasi sebelum pergi meninggalkan kios kayu.

“Saya sudah bilang agar pulang. Tapi dia tidak mau,” ujar Jumani.

Saat berjalan keluar dari tempat penjualan kayu tersebut ia melihat Pur duduk di bawah pohon Kresen di halaman. Jumani sempat ditanya oleh Pur apakah dia akan kembali lagi atau tidak.

“Saya ditanya mau kemana, kembali lagi tidak. Saya jawab mau pulang, mau makan tapi tidak balik ke sana,”tandasnya.

Tidak lama setelah Jumani pergi, ternyata peristiwa pembunuhan itu terjadi. Seorang tukang becak menemukan handphone yang diyakini warga milik Pur dan melihat korban bersimbah darah di dalam gubug kayu.

“Saya dikabari kaget. Kata tukang becaknya itu handphone si Pur ada di sana, di-charge,” ujarnya.

Korban menderita luka sayat di leher dan delapan cakaran di perut. Baju korban tersingkap diduga karena pelaku berusaha mengambil dompet yang biasa disimpan korban di balik korset yang dikenakannya.

“Dompet dan seisinya termasuk kunci toko. Kalung emasnya ada di tempat tapi juga sudah putus. Biasanya kalau berangkat itu bawa uang sekitar Rp 3 juta,” imbuh Sumarno.(BJ04)