Home Hukum dan Kriminal Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Di Hotel Setya Kawan 

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Di Hotel Setya Kawan 

Polisi Lakukan Rekonstruksi Rekonstruksi Pembunuhan Di Hotel Setya Kawan 
Polisi Lakukan Rekonstruksi Rekonstruksi Pembunuhan Di Hotel Setya Kawan 
Polisi Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Di Hotel Setya Kawan.

Solo, 19/5 (BeritaJateng.net) – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap karyawan pabrik plastik di Sukoharjo Jawa Tengah, Yuliati Wulandari atau Yulita (33)  di gelar Polresta Solo di Hotel Setya Kawan Jalan Tarakan, Kestalan, Banjarsari, Selasa (19/5/2015) siang.

Dalam reka ulang yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di jaga ketat oleh aparat Kepolisian, tersangka Nanang Aryanto (21) nampak  mempraktekan adegan demi adegan saat melakukan penganiayaan dan  penusukan terhadap korban Yulita warga Mojolaban, Sukoharjo.

Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Danu Pamungkas menjelaskan dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Nanang Aryanto (21) nampak mempraktekkan adegan saat dirinya dengan sadis menusuk perut korban. 
Dengan begitu, petugas mendapat gambaran jelas bagaimana proses pembuhuhan tersebut terjadi.

“Tujuan rekonstruksi ini untuk memberikan gambaran kejadian pembunuhan korban Yulita yang terjadi pada, Senin (4/5/2015) lalu,” jelas Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Danu Pamungkas. 

Kasatreskrim juga menerangkan reka adegan oleh tersangka Nanang ada sekitar  37 kali adegan, diantaranya awal pertemuan tersangka dengan korban di terminal Tirtonadi sampai  adegan saat keduannya melakukan  hubungan badan juga dilakukan.

Lokasi rekonstruksi sendiri berlangsung di  dua TKP yakni di Mapolresta Solo dan satu lagi di lokasi TKP pembunuhan di kamar hotel.  Seharusnya TKP pertama dilakukan di Terminal Tirtonadi Solo namun dengan alasan keamanan lokasi di pindah di Mapolresta.

Sehingga lanjut Kasatreskrim  khusus reka adegan 1-9 yang seharusnya digelar diterminal Tirtonadi, terpaksa dipindahkan ke Polresta Solo, dilanjutkan di lokasi kedua di Hotel Setia Kawan, kamar no. 1. 

Lokasi reka ulang juga dipenuhi oleh warga sekitar yang ingin menyaksikan secara langsung seperti apa sosok Nanang yang dengan keji membunuh korban dengan belati yang membuat korban tewas akibat banyak luka tusuk di tubuhnya. (BJ24)