Home Headline Polisi Gagalkan Pencurian Ratusan Batang Jati Rakyat

Polisi Gagalkan Pencurian Ratusan Batang Jati Rakyat

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 26/2 (Beritajateng.net)-Ratusan kayu jati rakyat, Senin (23/2) berhasil diamankan petugas Polsek Dawe. Kayu berjumlah 218 batang dengan diameter bervariasi antara 10 hingga 20 centimeter dan panjang rata-rata 2 meter ini, sementara disimpan di halaman Mapolsek menunggu proses hukum.

Kapolsek Dawe AKP Sunar dalam keterangannya mengatakan, penemuan ratusan batang kayu tersebut berawal dari patroli rutin yang dilakukan anggotanya di seputar wilayah Kecamatan Dawe. Saat melintas di sekitar lokasi tersebut, anggotanya mendapati beberapa orang tidak dikenal langsung melarikan diri.

”Mengetahui ada gerak-gerik mencurigakan, anggota turun lalu melakukan pemeriksaan,” kata AKP Sunar ditemui Beritajateng.net  dikantornya, Kamis (26/2).

Kecurigaan petugas ternyata benar, lanjutnya. Ketika beberapa anggotanya turun melakukan pemeriksaan, ditemukan ratusan kayu jati rakyat begeletakan dalam kondisi sudah ditebang menggunakan gergaji mesin.

Untuk mengamankan kayu yang sudah siap angkut ini, dikatakan anggotanya harus bersusah payah membawa ke pinggir jalan. Pasalnya, kayu-kayu tersebut ditebang dari lahan milik pemerintah yang dibeli dari warga untuk kepentingan pembangunan Waduk Logung.

”Lahan beserta tanaman yang berada di atasnya sudah beralih menjadi milik pemerintah, karena pemiliknya telah menerima uang pengganti. Artinya, lahan beserta tanamannya menjadi hak pemerintah,” tambahnya.

Hanya saja, masih kata AKP Sunar, karena lokasinya cukup sulit yakni berada di wilayah tapak bendung dengan kemiringan sangat ekstrim, maka angotanya hanya mampu mengamankan 218 batang. Sisanya, sekitar 200-an batang labih dibiarkan tetap di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu Kepala Desa Kandangmas Sofwan, dihubungi melalui sambungan telepon menolak memberikan keterangan. Menurutnya, perkara tersebut sudah ditangani Polsek Dawe dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal itu bukan wewenangnya memberikan keterangan.

”Kami tidak akan memberikan keterangan apapun karena perkaranya sudah ditangani polisi,” jawabnya singkat.

Sementara disinggung pengawasan tanaman keras lain yang tumbuh diatas lahan yang sudah dibeli oleh pemerintah, Sofwan menegaskan hal tersebut menjadi wewenang Pemkab Kudus. Untuk menghindari kejadian serupa, pihaknya berharap Pemkab Kudus segera membentuk tim untuk mengamankannya. (BJ12) ​