Home Hukum dan Kriminal Polisi Bongkar Peredaran BBM Mentah Ilegal

Polisi Bongkar Peredaran BBM Mentah Ilegal

image

Semarang, 26/5 (Beritajateng.net)-Satuan Reskrim Polrestabes Semarang berhasil membongkar tiga truk yang terindikasi melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) mentah jenis Calaryn tanpa disertai dokumen. Truk tersebut diamankan petugas saat melintas di Jalan Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) Bugangan, Kaligawe, Senin (25/5) pukul 14.00.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan terungkapnya penimbunan BBM mentah ini setelah anggotanya memergoki tiga truk tangki mencurigakan yang mengangkutnya. Petugas yang mengetahui itu langsung mengecek dan diketahui tidak ada dokumen.

“Truk bernopol S 8275 UB, B 9171 BFA, W 8983 UZ itu saat diperiksa tanpa ijin, dan mereka ternyata membawa minyak jenis calarin,” katanya.

Dari keterangan tersangka, lanjut Burhanudin, minyak mentah itu diambil dari sumur tua di daerah Cepu, Jawa Tengah. Truk tersebut di bawa ke Semarang dan akan didistribusikan untuk bahan bakar industri.

“Bahan Bakar Minyak (BBM) mentah itu pesanan untuk distribusi minyak industri. Ini minyak mentah tapi sudah bisa digunakan untuk bahan bakar,”tuturnya.

Lebih lanjut dari hasil penangkapan tersebut pihaknya menetapkan tiga tersangka yaitu sopir truk.”Tiga sopir truk sudah tersangka yakni BK, BM, dan SM. Mereka semua orang jatim, dan menjual di bawah harga standar,”bebernya. 

Burhanudin menjelaskan terkait melakukan pemeriksaan tiga sopir tersangka, pihaknya sudah mengembang ke suplier salah satu pemilik BBM mentah itu yakni Bambang Subkari (41) asal desa Kenongo Wonosari Kec. Senori Tuban(Jatim).”Pemilik BBM sudah diperiksa juga. Kita tetap berkembang dalam pemeriksaan itu,”jelasnya.

Dari pengakuan pemilik pengolah limbah, namun, siapa yang menjadi konsumen, menurut Buharnudin pihaknya masih menyelidiki. Yang jelas, katanya, BBM mentah Calaryn yang diangkut dengan truk tanki tanpa izin sebelum masuk ke industri diperkirakan lebih dulu dijual kepada tengkulak.”Pengakuan baru mengirim sekali. Tapi kita sudah punya bukti yang jelas beberapa kali,” tegasnya.

Saat ini tersangka masih dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang, mereka dijerat pasal 53 huruf (b) UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(BJ04)