Home Headline Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Buang Bayi

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Buang Bayi

ilustrasi

Solo, 6/1 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil menangkap pembuang bayi jenis kelamin laki-laki yang ditemukan di dalam monoblok kloset kamar mandi ruang IGD Rumah Sakit Kustati Solo.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol. Iriansyah melalui Kasat Rekrim Kompol Guntur Saputro, di Solo, Selasa, mengatakan, tim penyidik Polresta Surakarta berhasil menangkap pelaku merupakan ibu kandung bayi di rumahnya, Lawang, Malang Jawa Timur, pada Senin (5/1) petang.

“Kami berhasil menangkap pelaku berinisal Ny Ynt (30) warga Lawang Malang Jatim, Senin (5/1) sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Guntut Saputro.

Selain itu, tim penyidik juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dipakai saat kejadian, dan kemudian bersama pelaku dibawa Kota Solo, untuk proses pengembangan lebih lanjut.

“Kami sedang melakukan pengembangan dengan meminta keterangan pelaku seputar kronologi kejadian hingga membuang bayinya ke dalam monoblok kloset di rumah sakit itu. Pelaku kini ditahan di Polresta Surakarta,” kata Guntut Saputro.

Polresta Surakarta sebelumnya telah melakukan penyelidikan kasus penemuan orok bayi berkelamin laki-laki yang kondisinya sudah membusuk di dalam monoblok kloset kamar mandi ruang IGD Rumah Sakit Kustati Solo, Kamis (1/1), sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Kasat Rekrim Kompol Guntur Saputro, pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas penemuan orok bayi tersebut dan kini sedang dikirim ke RSU Dr. Moewardi untuk dilakukan otopsi.

Menurut Guntur Saputro, kondisi orok saat ditemukan sudah membusuk sehingga baunya sangat menyengat. Orok itu, masih dililit tali pusar saat ditemukan di sebuah monoplok kloset atau di kotak tempat penyimpan air kloset kamar mandi.

Guntur Saputro menjelaskan pihaknya hingga kini telah memeriksa sebanyak sembilan orang saksi, dan tiga orang di antaranya, diduga kuat dicurigai mengetahui hal tersebut.

“Tiga orang yang dicurigai itu, terdiri dari dua orang dari luar kota, sedangkan satu orang lainnya berasal dari Solo,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan sejumlah alat perekam Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di ruang IGD RS Kustati. (ant/BJ)

Advertisements