Home Headline Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Sepeda Motor

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Sepeda Motor

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Blitar, 5/3 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, membekuk dua pencuri sepeda motor serta menyita belasan sepeda yang merupakan barang bukti tindak kejahatan.

Kepala Polres Blitar AKBP Muji Ediyanto, Kamis mengatakan ada dua tersangka yang ditahan dalam kasus tersebut, yaitu GA (25) dan SO (28). Keduanya warga Desa Glanggan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Mereka ditangkap dari hasil pengembangan kasus sebelumnya.

“Jadi, ini pengembangan kasus curas (pencurian dengan kekerasan), di mana sesuai dengan pengakuan pelaku ada empat lokasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan empat lokasi itu tersebar di sejumlah daerah di Kabupaten Blitar, di mana dua diketahui berhasil dan dua lainnya gagal. Dua lokasi yang pelaku sudah melakukan kejahatannya adalah di Kecamatan Talun dan Wlingi.

Modus operandi yang dilakukan pelaku, lanjut dia, dengan mencari lokasi yang sepi dan sasaran utamanya perempuan. Saat melakukan aksinya, setidaknya ada dua orang dan mereka juga membawa senjata tajam.

“Minimal pelaku ada dua orang dengan membawa senjata tajam. Mereka membuntuti dan menodong dengan senjata tajam,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, pelaku bukan berasal dari Kabupaten Blitar, melainkan dari luar kota, yaitu Malang. Saat ini, Polres Blitar juga sudah bekerja sama dengan polisi dari wilayah lain untuk pengembangan kasus tersebut.

Pihaknya juga meminta masyarakat, terutama perempuan untuk waspada terhadap berbagai macam tindak kejahatan. Diharapkan, jika malam saat perjalanan, tidak sendirian.

Selain menahan dua tersangka itu, polisi juga menyita belasan sepeda motor dengan berbagai macam merk. Petugas juga menyita sejumlah benda tajam yang biasa digunakan pelaku melakukan aksinya.

Sementara itu GA, salah seorang pelaku mengatakan sempat melakukan aksinya di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Ia melakukan kejahatan itu dengan temannya.

“Membuntuti korban dan setelah tiba di lokasi sepi, kendaraannya dirampas dengan surat-suratnya,” ujarnya.

Saat ini, para pelaku masih ditahan di kantor polisi. Mereka terancam dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara. (ant/BJ)