Home Hukum dan Kriminal Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Saat Asyik Nyabu dan Main Judi

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Saat Asyik Nyabu dan Main Judi

Gelar perkara kasus pencurian rumah kosong.

Karanganyar, 21/6 (BeritaJateng.net) – Tim Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Karanganyar, berhasil ungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan, perjudian dan kasus penyalahgunaan obat terlarang.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak yang menyebutkan petugas dari Satreskrim berhasil menangkap kawana pencuri yang beroprasi di rumah kosong.

“Kasus tersebut terungkap saat petugas mendapat laporan dari warga bernama Syahroni warga Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo rumahnya kecurian pada 13 Juni lalu saat ditinggal sholat Tarawih di Masjid,” ungkap Kapolres, Selasa (21/6).

Berdasarkan laporan tersebut maka petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan satu pelaku yang ternyata adalah tetangga korban berinisial MB. MB bertugas mengabarkan pada dua rekan lainnya jika rumah korban dalam kondisi kosong. MB sendiri saat diamankan petugas sedang asyik bermain judi dan menghisap sabu bersama lima orang kawannya.

“Dari pengakuan MB, petugas mendapat dua nama lain yakni PA alias Degleng dan RZ yang juga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. PA juga berhasil diamankan namun RZ lolos dari sergapan petugas. Saat ini masuk dalam DPO,” lanjut Kapolres.

Dalam aksi tersebut pelaku berhasil berhasil membawa uang hasil kejahatan sejumlah Rp29 juta serta satu unit HP. Uang tersebut dibagi untuk tiga orang. Dan sisanya digunakan pelaku untuk mabuk dan judi.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan uang hasil kejahatan sebesar Rp. 2 juta sisa hasil kejahatan, sebuah sepeda motor, kartu domino,  celana jeans, serta bong atau alat hisap sabu.

Pelaku akan dikenakan pasal 383  JUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan MB juga akan dijerat dengan pasal 127 ayat 1 tentang psikotropika dengan ancaman 4 tahun penjara.
Bagi pelaku perjudian yang ikut tertangkap dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. (Bj24)