Home Headline Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembunuhan Pemandu Karaoke di Puspanjolo Semarang

Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembunuhan Pemandu Karaoke di Puspanjolo Semarang

Semarang, 13/5 (BeritaJateng.net) – Polrestabes Semarang telah membekuk dua pelaku terkait kasus pembunuhan Seorang pemandu lagu bernama Alip Surani alias Ratna (31) yang tewas di Kamar Kosnya, di Puspanjolo Selatan, Semarang Barat. Dua pelaku memiliki peran berbeda namun masih terkait satu sama lain.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan kasus pembunuhan terjadi pada Jumat (7/5) dini hari pukul 01.30 wib. Dari kasus itu, selanjutnya pihak kepolisian dari Polsek Semarang Barat dan Polrestabes Semarang mendalami kasus tersebut.

Dari pendalaman kasus, terungkap ada dua orang pria yang terkait dalam kasus pembunuh. Keduanya memiliki peran masing masing

“Pelaku pembunuhnya bernama Dafa. Ada juga pelaku lain bernama Ibnu,” kata Kombes Irwan, saat jumpa pers kasus pembunuhan, di Kantor Dinasnya, Rabu (12/5).

Dafa, kata dia, berperan membunuh korban dengan cara mencekik korban menggunakan kabel charger. Seetelah korban meninggal, pelaku menggasak barang barang pelaku seperti uang, handphone, dompet dan lain lain. Usai menggesak barang milik korban, pelaku Dafa mengunci kamar korban dari luar dan melarikan diri ke luar kota bersama pelaku Ibnu.

“Pelaku melarikan diri ke Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Semarang,” ungkapnya

“Pelaku Ibnu berperan menjual barang barang korban. Ibnu sendiri sudah mengetahui kalau barang yang dijualnya adalah milik korban,” sambung dia

Usai kejadian, Tim Satuan Reserse Polrestabes Semarang pun bergerak cepat mengendus keberadaan pelaku. Hingga akhirnya pada Senin (10/5) kemarin kedua pelaku berhasil dibekuk petugas kepolisian.

“Tanggal 10 Mei Kemarin, kurang lebih jam 12.00 wib, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Semarang,” jelasnya

Dari penangkapan para tersangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya uang hasil penjualan handphone korban, dua handphone milik pelaku, 125 butir pil koplo, pakaian para pelaku dan sepeda motor yang dipergunakan pelaku.

“Diduga kuat pelaku beraksi karena sebelumnya menenggak pil koplo,” tandas Kombes Irwan. (El)