Home Hukum dan Kriminal Polemik Semen Rembang, Tim Advokasi Yakini Ada Pemelintiran Tafsir Putusan MA

Polemik Semen Rembang, Tim Advokasi Yakini Ada Pemelintiran Tafsir Putusan MA

Warga Rembang khawatir jika pabrik semen nantinya batal beroperasi.

Semarang, 23/2 (BeritaJateng.net) – Tim Advokasi Penyelamat Asset Negara menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah melaksanakan perintah Mahkamah Agung (MA) soal polemik pabrik Semen Indonesia di Rembang.

“Ada upaya pemelintiran bahwa Gubernur belum melaksanakan putusan MA. Tidak benar. Gubernur sudah melaksanakan,” kata Koordinator Tim Advokasi Penyelamat Asset Negara Achmad Michdan di Semarang.

Tim Advokasi Penyelamat Asset Negara merupakan kuasa hukum yang ditunjuk warga di wilayah ring I pabrik Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Rembang, Jateng.

Menurut Michdan, pernyataan itu disampaikan karena ada pengembangan opini secara sepihak seolah-olah Gubernur Ganjar Pranowo belum melaksanakan putusan MA mengenai pencabutan izin lingkungan penambangan.

“Kami tegaskan, sebenarnya putusan MA itu hanya menyangkut tentang izin lingkungan penambangan, tetapi karena kebijakan diskresi dari Gubernur akhirnya dicabut semuanya, temasuk izin lingkungan operasi pabrik,” katanya.

Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan izin lingkungan itu diperbaiki lagi untuk bisa diterbitkan izin baru karena tidak ada larangan dalam putusan PK di MA untuk menerbitkan izin lingkungan yang baru.

“Jadi, tidak serta merta izin baru yang diterbitkan dibatalkan berdasarkan putusan MA. Hak Gubernur untuk menerbitkan izin kembali, tidak berarti kemudian izin baru itu tidak berlaku berdasarkan putusan MA,” katanya.

Ia menjelaskan dampak dari Surat Keputusan Gubernur Jateng Nomor 660.1/30 Tahun 2016 mengenai pencabutan izin lingkungan penambangan, sekaligus operasional saja sudah sedemikian dirasakan warga di ring I pabrik semen.

“Warga di ring I pabrik semen sudah merasakan kerugiannya secara langsung dengan dihentikannya operasional pabrik. Banyak pekerja sekarang menganggur, perekonomian warga mandek, dan sebagainya,” katanya.

Meski demikian, kata dia, warga di ring I pabrik tetap berharap pabrik Semen Indonesia di Rembang bisa kembali beroperasi jika izin lingkungannya sudah dibenahi dan dikeluarkan izin lingkungan yang baru.

“Ya, tahapannya memang lama untuk perbaikan. Ini kan kaitannya lingkungan. Ternyata, tidak patuh terhadap lingkungan. Bagaimana supaya patuh? Makanya diperbaiki. Setelah itu, izin bisa diterbitkan kembali,” katanya.

Kalau memang pihak penolak pabrik semen masih mempermasalahkan, kata Michdan, bisa kembali mengajukan gugatan atas izin baru tersebut kelak jika sudah diterbitkan. (El)

Advertisements