Home News Update Polda Jatim Diharap Tangkap Dalang Penyerbuan SBO TV

Polda Jatim Diharap Tangkap Dalang Penyerbuan SBO TV

image

Semarang, 20/4 (Beritajateng.net)-Polda Jatim hendaknya tidak hanya menahan Nurdin Longgari, pelaku penamparan terhadap mantan Deputi Sekjen PSSI Saleh Ismail Mukadar, tapi juga harus menangkap dan menahan para pelaku maupun dalang penyerbuan, penyerangan, serta perusakan terhadap institusi pers, yakni SBO TV Surabaya.

Seperti diketahui, Kamis (17/4) malam, sekelompok orang menyerbu studio SBO TV, yang sedang tayang live talk show dengan tema ‘Sepakbola Surabaya dalam Bahaya’.

Data yang diperoleh Ind Police Watch (IPW) pelaku penyerbuan, penyerangan, dan perusakan saat Saleh Ismail Mukadar berbicara itu mencapai sepuluh orang yang merupakan anggota sebuah ormas kepemudaan. “Hanya memang Nurdin Longgari yang melakukan penamparan terhadap Saleh Ismail Mukadar. Untuk itu Polda Jatim harus segera menangkap dan menahan teman-teman Nurdin Longgari,”ungkap Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui siaran pers yang diterima Beritajateng.net Senin (20/5).

Sebab menurut Neta, mereka sudah menebar teror dan melakukan tindak pidana pada institusi pers, yakni SBO TV. Dalam kasus ini Polda Jatim  bisa menjerat pelaku penyerbuan dengan pasal berlapis, meliputi ketentuan pidana Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3junto Pasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999 dengan ancaman penjara 2 (dua) tahun atau denda Rp500 juta.

Sedangkan untuk Nurdin ditambah lagiPasal 351 KUHPidana tentang Tindak Pidana Penganiayaan. Selain itu, Polda Jatim harus mencari dalang penyerangan tersebut.

“Sebab penyerbuan yang dilakukan hampir 10 orang ke stasiun SBO TV tidak mungkin hanya atas inisiatif pribadi penyerbu,”ujarnya.

Untuk itu PoldaJatim harus mencari dalangnya, untuk kemudian ditangkap dan dikenakan pasal yang terdapat dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan pasal351 KUHPidana serta juga KUHPidana Pasal 355 terkait penganiayaan yang direncanakan.Penyerbuan ini adalah bentuk dari teror kelompok tertentu terhadap kebebasan pers dan melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. “Polda Jatim harus serius menuntaskan kasus ini agar kebebasan pers tetap terjaga,”tandasnya. (BJ)